Daerah

Regenerasi Kepengurusan DPAC PKB Lumajang, Generasi Muda Mulai Diberi Panggung Politik

3
×

Regenerasi Kepengurusan DPAC PKB Lumajang, Generasi Muda Mulai Diberi Panggung Politik

Sebarkan artikel ini

Regenerasi Kepengurusan DPAC PKB Lumajang, Generasi Muda Mulai Diberi Panggung Politik

LUMAJANG,kabarnusa24.com.Jumat,14/8/2026 — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang mulai mendorong regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan dengan memberi ruang lebih besar kepada kalangan muda untuk tampil dalam panggung politik.

Langkah tersebut dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB yang digelar di Cafe Alka, Jalan Srikaya, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Kegiatan itu diikuti tiga kecamatan yang berada di Dapil 7, yakni Kecamatan Randuagung, Rowokangkung, dan Jatiroto.

Anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi PKB”, Aris Firmansyah. mengatakan Musancab merupakan agenda yang telah ditetapkan oleh DPW PKB. Salah satu tujuan utamanya adalah menata kembali administrasi kepengurusan DPAC, menyusul berakhirnya masa berlaku Surat Keputusan (SK) sejumlah ketua DPAC di tingkat kecamatan.

“Musancab ini memang kegiatan yang sudah teragendakan oleh DPW. Tujuannya menata secara administrasi karena SK Ketua DPAC di semua kecamatan sudah berakhir. Karena itu, kita ingin menertibkan SK yang sudah berakhir dan menerbitkan SK terbaru berdasarkan pengurus yang terpilih melalui Musancab,” ujar Aris.

Namun, menurut Aris, Musancab kali ini tidak sekadar menjadi agenda administratif. Lebih jauh, PKB ingin menjadikan momentum tersebut sebagai pintu masuk bagi proses regenerasi kader, khususnya dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda yang memiliki kompetensi dan ketertarikan terhadap dunia politik.

Ia menyebut, sesuai arahan DPW dan DPP PKB, partai ingin merangkul berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda yang dinilai memiliki kapasitas untuk dikembangkan menjadi kader politik masa depan.

“Memang kita ingin ada regenerasi. Sesuai petunjuk DPW dan pusat, kita ingin merangkul semua kalangan muda yang memiliki kompetensi di bidang politik. Mereka kita wadahi dalam kepengurusan DPAC yang hari ini kita laksanakan,” katanya.

Aris secara khusus menyebut Dapil 7 menjadi salah satu wilayah yang didorong untuk melahirkan kader-kader muda. Ia mengatakan, generasi muda perlu diberikan ruang untuk belajar sekaligus tampil dalam berbagai agenda politik PKB, termasuk menghadapi dinamika politik ke depan.

Meski demikian, regenerasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan kader senior. Para pengurus lama tetap diakomodasi melalui posisi strategis sebagai penasihat, terutama dalam jajaran Dewan Syuro.

“Yang senior tetap kita hadirkan sebagai penasihat di posisi Dewan Syuro. Jadi hari ini kita menghadirkan pengurus lama sekaligus calon pengurus baru. Mereka yang SK-nya sudah berakhir tetap kita akomodasi sebagai penasihat, sementara yang muda kita beri kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi Lumajang melalui PKB,” jelasnya.

Menurut Aris, keberadaan kader senior justru menjadi bagian penting dalam proses regenerasi. Pengalaman politik yang dimiliki para senior dinilai dapat menjadi bekal bagi kader muda agar tidak berjalan sendiri ketika mulai terjun dalam aktivitas politik dan organisasi.

“Kader muda harus banyak belajar dan beradaptasi. Kekurangan pengalaman bisa ditutupi dengan bimbingan dari para senior. Dengan begitu, ke depan mereka bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia berharap komposisi kepengurusan baru yang lahir dari Musancab tersebut mampu membawa energi baru bagi PKB di tingkat kecamatan. Regenerasi, kata dia, harus menjadi proses berkelanjutan agar partai tidak kehilangan kader potensial di tengah perubahan zaman.

“Harapannya, kepengurusan yang terbentuk hari ini membawa angin segar. Yang muda bisa berkiprah dan tampil dalam berbagai kegiatan PKB. Kita ingin merangkul semua elemen masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Aris.

Ia mengakui selama ini sebagian kalangan muda terkadang belum mendapatkan ruang yang cukup karena dianggap masih minim pengalaman. Karena itu, PKB kini ingin mengubah pola tersebut dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda, namun tetap berada dalam pendampingan kader senior.

“Dulu yang muda banyak dikesampingkan karena alasan pengalaman. Sekarang kita ingin mereka diwadahi dan didampingi oleh senior-senior. Regenerasi harus berjalan, tetapi pengalaman para senior tetap menjadi fondasi,” pungkasnya.

Musancab di Dapil 7 ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pembaruan struktur organisasi partai tidak hanya berbicara mengenai pergantian nama dalam kepengurusan. Lebih dari itu, PKB Lumajang mulai menyiapkan ruang bagi munculnya generasi baru yang diharapkan mampu meneruskan kerja politik sekaligus memperkuat keberadaan partai di tengah masyarakat.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin