Daerah

PKB Tak Ingin Kalah di Medan Digital, Otman: Jangan Biarkan Orang Lain Menulis Cerita tentang Kita

6
×

PKB Tak Ingin Kalah di Medan Digital, Otman: Jangan Biarkan Orang Lain Menulis Cerita tentang Kita

Sebarkan artikel ini
PKB Tak Ingin Kalah di Medan Digital, Otman: Jangan Biarkan Orang Lain Menulis Cerita tentang Kita
oplus_2

PKB Tak Ingin Kalah di Medan Digital, Otman: Jangan Biarkan Orang Lain Menulis Cerita tentang Kita

LUMAJANG, kabarnusa 24.com.Jumat,14/8/2026— Pertarungan politik kini tidak lagi hanya berlangsung di lapangan. Ruang digital telah menjadi arena yang ikut menentukan bagaimana masyarakat melihat sebuah partai, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Otman Ralbi meminta kader PKB tidak menganggap aktivitas digital sebatas kewajiban membuat unggahan di media sosial. Menurut dia, ruang digital harus digunakan untuk membangun komunikasi publik dan memperkenalkan kerja partai secara lebih luas.

 

“Kerja digital bukan sekadar membuat konten. Yang lebih penting adalah membangun opini, menyampaikan informasi yang baik, dan menjelaskan kerja nyata PKB kepada masyarakat,” kata Otman dalam kegiatan PKB di Lumajang.

 

Menurut Otman, perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Apa yang terjadi di lapangan dapat dengan mudah menjadi bahan pembicaraan publik di media sosial.

 

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kader memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Kader tidak cukup hanya mengetahui apa yang dilakukan partai, tetapi juga harus mampu menjelaskan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

 

Kerja Nyata Harus Punya Jejak Digital

 

Otman menilai kerja politik yang dilakukan kader akan kehilangan sebagian daya jangkaunya apabila tidak dikomunikasikan dengan baik.

 

Namun, ia mengingatkan agar aktivitas digital tidak berubah menjadi sekadar pencitraan. Konten yang dibangun harus memiliki dasar berupa kegiatan dan kerja yang benar-benar dilakukan.

 

“Dari kata-kata menjadi kerja nyata,” ujarnya.

 

Dengan pola tersebut, media digital tidak ditempatkan sebagai panggung untuk sekadar memperlihatkan aktivitas kader. Ruang digital harus menjadi sarana untuk mempertemukan informasi partai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Kader juga dituntut mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Menurut Otman, komunikasi politik yang baik harus dibangun dari informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Jangan Biarkan Informasi Berjalan Tanpa Penjelasan

 

Menurut Otman, salah satu persoalan dalam komunikasi politik adalah ketika sebuah isu berkembang sementara pihak yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan yang memadai.

 

Karena itu, kader perlu aktif membangun komunikasi. Mereka harus mampu menjawab persoalan, memberikan informasi dan menjelaskan apa yang sebenarnya dikerjakan partai.

 

Di sinilah, menurut dia, kerja digital memiliki fungsi strategis. Kader bukan hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi komunikator yang membawa suara organisasi kepada masyarakat.

 

Ia berharap kemampuan tersebut tidak hanya dimiliki segelintir kader. Penguatan komunikasi harus dilakukan secara berjenjang sehingga setiap kader memiliki kemampuan menyampaikan pesan organisasi.

 

Dari Lapangan ke Layar

 

Otman pada akhirnya mendorong adanya hubungan antara kerja kader di lapangan dan komunikasi di dunia digital.

 

Kerja masyarakat menjadi bahan utama. Media digital menjadi ruang untuk menjelaskannya.

 

Dengan cara itu, PKB tidak hanya hadir dalam bentuk struktur organisasi dan kegiatan politik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat di tengah perubahan pola konsumsi informasi.

 

Tantangannya kini bukan semata-mata seberapa banyak kader membuat konten. Yang lebih penting adalah apakah konten tersebut mampu menjelaskan kerja, menjawab persoalan dan membangun kepercayaan publik.

 

Bagi Otman, ruang digital sudah menjadi bagian dari kehidupan politik. Kader yang mampu bekerja di lapangan sekaligus berkomunikasi dengan baik di dunia digital akan memiliki posisi lebih kuat dalam menghadapi perubahan perilaku masyarakat.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin