Indramayu, kabarnusa24.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, mendapat sorotan setelah sejumlah orang tua dan warga mengeluhkan kualitas makanan serta dugaan intimidasi terhadap pihak yang menyampaikan kritik.
Keluhan tersebut beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan. Warga mempertanyakan sejumlah menu yang dinilai tidak layak konsumsi, mulai dari telur yang diduga busuk hingga makanan yang disebut basi.

Salah seorang warga berinisial WN mengaku sebelumnya beberapa kali menyampaikan saran dan kritik kepada pihak pengelola melalui jalur pribadi. Menurutnya, kritik tersebut awalnya mendapat respons, tetapi kemudian tidak lagi ditanggapi.
WN juga mengaku pernah mengkritik menu yang menurutnya tidak sesuai dengan harapan program MBG. Ia menyebut setelah kritik tersebut muncul dugaan tekanan terhadap dirinya dan sejumlah orang di sekitarnya.

“Pihak dari mereka mengintimidasi teman saya dan MBG anaknya di-stop. Rumah saya juga didatangi tanpa izin. Saat itu bapak saya sedang masa pemulihan dan akhirnya drop,” ujar WN.
Ia juga mengaku akun media sosialnya diblokir setelah kembali menyampaikan kritik terkait menu MBG.
Menurut WN, persoalan kualitas makanan juga pernah terjadi pada pendistribusian sebelumnya. Ia menyebut nasi beberapa kali diduga basi. Bahkan, ia mengklaim pernah menemukan makanan yang disebut sudah tidak layak, namun tetap didistribusikan.

WN juga menyebut adanya anak sekolah yang mengalami muntah setelah menerima makanan MBG. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak terkait.
Selain persoalan makanan, WN mengaku mendapat intimidasi dari sejumlah orang yang disebutnya berkaitan dengan dapur MBG. Ia juga menyebut keluarga dan orang tuanya ikut terseret dalam komentar negatif di media sosial.
“Saya bukan membenci program ini. Saya mendukung program MBG, tetapi saya tidak suka kalau ada oknum yang menurut saya tidak bertanggung jawab,” katanya.
Kabarnusa24.com menegaskan seluruh dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak pengelola SPPG, yayasan, maupun instansi terkait perlu memberikan klarifikasi untuk memastikan fakta di lapangan.

Sebelumnya, pihak yang disebut sebagai pengelola MBG juga disebut telah merespons keluhan warga dan menyampaikan permintaan maaf serta rencana evaluasi menu.
Masyarakat berharap pelaksanaan MBG di Desa Tersana mendapat pengawasan lebih ketat, terutama terkait kualitas bahan makanan, proses pengolahan, keamanan pangan, serta pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Hingga berita ini disusun, Kabarnusa24.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SPPG, yayasan pengelola, serta Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keluhan kualitas makanan dan dugaan intimidasi tersebut.







