Lumajang Jadi Tuan Rumah Kejurprov Catur 2027, Percasi Bidik Prestasi di Kandang Sendiri
LUMAJANG kabarnusa 24.Com— Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, resmi bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur 2027. Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Lumajang tidak ingin kesempatan tersebut berhenti pada kesuksesan penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi.
Ketua Percasi Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan atau yang akrab disapa Samco, mengatakan pihaknya akan memanfaatkan rangkaian pembinaan atlet sejak dini sebagai persiapan menghadapi Kejurprov 2027.
“Menjadi tuan rumah tidak hanya sukses penyelenggaraan. Tidak hanya target kita sukses acaranya, tetapi juga harus sukses prestasinya,” ujar Agus dalam pembukaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur Lumajang 2026 di Gedung Soejono, Jalan Alun-Alun Barat, Kabupaten Lumajang.
Kejurkab Catur Lumajang 2026 diikuti “205 peserta” yang terbagi dalam sejumlah kelompok usia. Para peserta bersaing pada kategori umur 9 tahun, 12 tahun, 15 tahun, 18 tahun, hingga kategori senior.
Menurut Agus, Kejurkab tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi dan pembinaan atlet catur Lumajang. Dari ajang itu, Percasi akan menjaring sekitar “24 atlet junior” untuk masuk dalam program pemusatan latihan cabang (Puslatcab).
Para atlet terpilih akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan hingga menghadapi berbagai kejuaraan pada tahun berikutnya. Percasi juga berencana mendatangkan pelatih dari luar daerah guna meningkatkan kualitas permainan dan prestasi atlet.
“Kita akan gembleng, kita latih, dan kita datangkan pelatih dari luar kota supaya prestasinya semakin meningkat,” kata Agus.
Namun, Agus menegaskan status sebagai atlet Puslatcab bukan jaminan untuk bertahan selamanya. Percasi akan menerapkan sistem promosi dan degradasi berdasarkan hasil evaluasi serta perkembangan prestasi atlet.
“Kalau setelah satu bulan, dua bulan kita evaluasi, ternyata prestasinya tidak meningkat, sedangkan di luar ada yang prestasinya lebih baik, maka akan kita promosikan masuk Puslatcab. Yang di Puslatcab mohon maaf digantikan yang lain,” ujarnya.
Anggaran Pembinaan Ditambah
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lumajang yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap kegiatan Percasi.
Ia menyebut dukungan anggaran pada 2026 meningkat dibandingkan sebelumnya dan dinilai cukup untuk mendukung pelaksanaan Kejurkab sekaligus program pembinaan atlet.
“Alhamdulillah tahun ini, 2026, Percasi Kabupaten Lumajang diberikan anggaran yang lebih besar dari kebanyakan cabang olahraga lainnya. Bantuan dari pemerintah bisa mencukupi kegiatan Kejurkab tahun ini,” katanya.
Agus berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembinaan atlet catur tidak berhenti setelah kejuaraan selesai.
Menurut dia, pembinaan berkelanjutan menjadi penting karena Lumajang memiliki target lebih besar pada 2027, ketika daerah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Kejurprov Catur.
Lumajang Ditantang Berprestasi di Rumah Sendiri
Agus mengatakan kepastian Lumajang menjadi tuan rumah Kejurprov Catur 2027 harus menjadi pemacu semangat bagi atlet, pelatih, orang tua, dan seluruh insan catur di daerah tersebut.
“Kenapa kami mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejurprov? Supaya adik-adik semua, bapak-ibu, termasuk wali atlet, punya tantangan, punya semangat, punya motivasi,” katanya.
Kejurprov Catur 2027 nantinya akan mempertandingkan berbagai kelompok usia, mulai dari kelompok umur 6, 9, 13, 15, 17, 19 tahun hingga kategori senior, baik putra maupun putri.
Karena itu, Agus meminta seluruh atlet untuk tidak berhenti berlatih dan memperbanyak pertandingan maupun “sparing” sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan tingkat provinsi.
“Tahun depan harus ada atlet catur Lumajang yang berprestasi di tingkat Kejurprov. Kita harus bisa unjuk gigi di kota kita sendiri,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan KONI, Agus juga menyampaikan terima kasih kepada Cabang Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang yang telah meminjamkan Gedung Soejono sebagai lokasi kegiatan, serta Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang yang turut memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga catur.
Bagi Percasi Lumajang, Kejurkab 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi tahap awal untuk membangun kekuatan tim sekaligus menyiapkan atlet yang mampu membawa nama Lumajang bersaing di level Jawa Timur pada 2027.(D.S)







