JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Turunnya hujan perdana menandai dimulainya musim penghujan, sekaligus mengangkat kekhawatiran mendasar dari tumpukan sampah yang masih mengendap di sungai, menyumbat gorong-gorong, serta menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pengamat Ley Bolon memperingatkan, ketidaksiapan ini membuka jalan bagi bencana ganda, banjir sekaligus wabah penyakit.
Ley Bolon menegaskan, sampah yang dibiarkan berada di aliran sungai dan gorong-gorong adalah penyebab utama meluapnya air dalam waktu singkat.
“Sampah yang menumpuk di sungai dan gorong-gorong menyempitkan bahkan menutup aliran air. Saat hujan turun deras, air tidak mengalir, ia meluap ke pemukiman. Banjir bukan hanya soal curah hujan, melainkan saluran yang sudah mati karena sampah,” tegasnya.
Kondisi di TPS dan TPA yang penuh tumpukan juga tak kalah berbahaya. Air hujan yang bercampur sampah menjadi sumber pencemaran sekaligus sarang kuman.
“TPS yang tidak tertutup dan tidak segera diangkut akan meluap terbawa air hujan, mencemari lingkungan sekitar. Di TPA, tumpukan sampah yang tergenang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, bakteri, dan virus. Demam berdarah, diare, infeksi kulit, hingga penyakit pernapasan berpotensi mewabah dengan cepat,” tambahnya.
“Musim hujan sudah datang. Tidak ada waktu untuk menunda. Bersihkan sungai, gorong-gorong, dan TPS sekarang, sebelum banjir datang membawa penyakit. Keselamatan warga tidak boleh dikorbankan karena kelalaian,” Ujarnya.(Rizky Tile)






