Kabarnusa24.com-Rektor Universitas Langlangbuana (Unla) Irjen. Pol. ( P) Dr. Drs. A. Kamil Razak, S.H., M.H secara resmi telah mengukuhkan 59 Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unla Periode 2025-2030 di Choco Eat and Chill, Kota Bandung, Minggu 3 Agustus 2025.
Pengukuhan dilakukan langsung rektor kepada Ketua IKA Unla Periode 2025-2030 Dr. Yudi Rusfiana, S.IP, M.Si. Hadir dalam pengukuhan tersebut Wakil Walikota Bandung H Erwin, Ketua Pengurus YTPBL, Wakil Rektor I Unla Prof Imas Rosidawati, Wakil Rektor III Prof Hennie, hingga Staf Ahli bupati Bandung Drs Usman.
Ketua IKA Unla Yudi Rusfiana mengucapkan terima kasih atas kepercayaan rektor Unla kepada kepengurusannya. Untuk itu, ia bersama jajaran IKA Unla siap berkontribusi dan berdampak positif kepada Universitas Langlangbuana.
“IKA Unla harus berdampak positif, IKA bukan hanya tempat untuk romantisme tapi bagaimana membangun lagi Unla yang hebat dan Unla yang mampu memajukan daerah,” ujar Yudi.
Dia menambahkan, total pengurus yang dikukuhkan mencapai 59 alumni yang berasal dari berbagai fakultas dan profesi. Menurut dia, IKA Unla milik bersama baik itu alumni yang bekerja di birokrat, Akademisi atau pengusaha.
“Semua angkatan hadir di IKA Unla ini. Semua angkatan siap berkolaborasi untuk kemajuan Unla kedepannya. IKA Unla jangan hanya jadi pemanis saja,” tuturnya.
Dalam programnya, Yudi mengatakan, IKA Unla memiliki 3 Tribakti yakni pertama berkontribusi untuk almamater yakni Unla, berkontribusi kepada para alumni dan terakhir berkontribusi kepada lingkungan.
“Dengan Tribakti ini kita harus punya komitmen bersama memajukan semua. Tujuan kami adalah untuk kemajuan bangsa dan negara. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan,” ujar Yudi. Hal senada dikatakan Rektor Unla Irjen. Pol. ( P) Dr. Drs. A. Kamil Razak, S.H., M.H. Menurut Kamil Razak, Unla harus menjadi universitas yang tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga internasional.
“Unla telah berdiri selama 43 tahun dan sudah melahirkan lebih dari 55 ribu sarjana. Kedepannya Unla harus semakin maju, bukan hanya skala Nasional tapi International,” ujarnya. Sebagai kampus, kata dia, Unla telah hadir untuk masyarakat prasejahtera. Salah satunya dengan memberikan gratis kuliah kepada Hafiz Quran 30 Juz. “Kami memahami bahwa banyak masyarakat prasejahtera yang ingin berkuliah. Oleh karena itu, kami memberikan kemudahan, seperti meniadakan uang pendaftaran dan menawarkan beasiswa penuh bagi penghafal 30 juz Al-Quran,” jelasnya.
Rektor juga menyebutkan bahwa uang kuliah di Unla dapat dicicil, tidak harus per semester. “Hal-hal lain juga yang kita program kan di Unla ini, disamping program beasiswa kita juga berkerja sama dengan pemerintahan daerah. Agak beda dengan perguruan tinggi yang lain, kami meniadakan uang pendaftaran dan pembayaran uang kuliahnya bisa di cicil, bukan per-semester,” terangnya.
Rektor berharap, kehadiran IKA Unla ini dapat membawa perubahan positif bagi mahasiswa Unla. “Ya tentunya IKA Unla harus maju kedepan, IKA Unla harus mengedepankan bagaimana caranya mendidik mahasiswanya menjadi anak bangsa yang unggul di masa depan,” harapnya.**fajar







