Berita

KPS2K Inklusif Perempuan Lumajang Tangguh,Berdaya

0
×

KPS2K Inklusif Perempuan Lumajang Tangguh,Berdaya

Sebarkan artikel ini
KPS2K Inklusif Perempuan Lumajang Tangguh,Berdaya

 

 

 

 

 

Lumajang,kabarbusa24.Com.Minggu,17/8/2025Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) menggelar upacara bendera dengan cara unik dan penuh makna. Upacara berlangsung di Camping Ground Kali Kebo, Pronojiwo, Lumajang, dengan latar megah Gunung Semeru yang menjadi saksi bentangan Merah Putih, Minggu (17/8/2025).

 

Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial, Bappeda, Universitas Lumajang, organisasi kemasyarakatan, komunitas disabilitas, serta berbagai jejaring komunitas lainnya.

 

Ratusan kader Sekolah Perempuan dari Lumajang dan Gresik mengikuti upacara ini sebagai simbol semangat persatuan, ketangguhan, dan peran perempuan dalam membangun bangsa. Momen bentang bendera di Serambi Semeru juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

 

Usai upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Festival Gelar Budaya dan Bazar di pendopo Balai Desa Sumberurip. Warga setempat ikut memeriahkan acara dengan menampilkan kesenian tradisional, kuliner lokal, serta produk karya masyarakat desa.

 

Melalui kegiatan ini, KPS2K berharap perempuan semakin memiliki ruang untuk berdaya, berkarya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan desa serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

 

Selain itu juga dilakukan asesmen melalui proses pendampingan penggalian usulan anggota sekolah perempuan melalui pohon harapan, mewakili kelompok perempuan, disabilitas dan sosial inklusi menyampaikan ada beberapa usulan spesifik kepada pemerintah daerah maupun pusat yang dibutuhkan perwakilan perempuan akar rumput, disabilitas dan lasia di wilayah bencana, antara lain:

 

1. Adanya program ekonomi yang sesuai dengan wilayah bencana misalnya kewirausahaan perempuan

2. Adanya jaminan sosial atau perlindungan aset seperti hewan ternak, sawah, ladang di wilayah bencana.

3. Penguatan ekonomi yang tepat bagi lansia misalkan pengadaan pakan ternak yang mudah dan murah

4. Ada pelatihan manajemen keuangan rumah tangga mapupun usaha di wilayah rawan bencana.

5. Jaminan sosial yang transformatif bagi wilayah bencana selain kebutuhan sembako juga dalam bentuk layanan sosial, ekonomi dan politik.

6. Ada tempat pengungsian yang tetap (tidak berpindah-pindah), bersih dan layak ditempati.terutama bagi ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan lengkap.

7. Disabilitas bisa mandiri secara ekonomi, dan mendapat pendampingan khusus saat bencana erupsi.

8. Bantuan peralatan dapur umum sekaligus pelatihan membuat menu masakan yang bergizi sesuai kelompok usia

9. Pendidikan gratis bagi anak kelompok rentan sampai tingkat perguruan tinggi agar menghapus kemiskinan struktural

10. Memperkuat pengetahuan lokal sebagai pengetahuan perempuan diwilayah bencana

11. Memperkuat sinergisitas antar pihak dalam menanggulangi bencana termasuk mendorong regulasi dan alokasi anggaran yang memadai dengan melibatkan kelompok perempuan dan rentan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan pembangunan. (D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin