TAPTENG | Kabarnusa24.com) Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video penghancuran rumah warga di Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Video tersebut menampilkan alat berat ekskavator yang sedang merobohkan bangunan rumah milik warga, dan kini viral setelah diunggah ke grup Facebook TBUP Narasari.
Dalam unggahan itu, pemilik akun menuliskan kalimat bernada sindiran terhadap pemerintah daerah:
“Mana kata-kata adil untuk semua, sehingga rumah warga dihancurkan menggunakan ekskavator.”
Ungkapan tersebut diduga menyinggung slogan kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah saat ini, yakni “Adil untuk Semua.”
Unggahan tersebut memicu gelombang komentar warganet yang mempertanyakan alasan serta dasar hukum di balik tindakan pembongkaran tersebut. Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan keadilan sosial sebagaimana yang digaungkan dalam slogan pemerintahan daerah.
Warga Kecewa dan Pertanyakan Keadilan
Salah seorang warga berinisial JK PS, yang mengaku berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu berlangsung, menyampaikan kekecewaannya kepada awak media. Ia mengungkapkan bahwa rumah yang dihancurkan merupakan tempat tinggal keluarga yang sudah lama berdiri di wilayah tersebut.
“Kami tidak tahu apa masalahnya, tiba-tiba rumah itu dihancurkan begitu saja. Tidak ada pemberitahuan yang jelas kepada warga. Kalau memang ada persoalan hukum, seharusnya diselesaikan secara adil dan manusiawi, bukan dengan cara seperti ini,” ujar JK PS dengan nada kecewa, Senin (10/11/2025).
Ia juga menambahkan, masyarakat merasa heran mengapa tindakan seperti ini terjadi setelah masa kampanye kepala daerah berakhir.
“Masa kampanye sudah berakhir, kenapa justru warga yang jadi korban? Ada apa dengan bupati terpilih? Kami hanya berharap keadilan benar-benar ditegakkan, bukan sekadar janji di spanduk atau baliho,” tambahnya.
Viral dan Menuai Reaksi Publik
Unggahan video tersebut telah dibagikan puluhan kali dan menuai ratusan komentar dari pengguna Facebook. Sebagian besar warganet mengecam tindakan yang dianggap tidak manusiawi, sementara lainnya menuntut penjelasan dari pihak pemerintah daerah agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Banyak pengguna media sosial juga menyindir bahwa tindakan tersebut justru mencoreng citra pemerintah daerah yang selama ini mengusung slogan “Adil untuk Semua.”
Beberapa komentar bernada tegas menyebut, “Kalau adil, jangan cuma untuk pejabat dan orang berkuasa. Warga kecil juga butuh keadilan.”
Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Pemkab Tapteng
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah maupun aparat penegak hukum terkait dasar pelaksanaan penghancuran rumah tersebut.
Tim MediaRedaksi.co telah berupaya mengonfirmasi sejumlah pihak, termasuk camat Sirandorung dan pejabat dari Satpol PP Tapteng, namun belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku khawatir jika peristiwa serupa bisa terjadi pada mereka. Mereka berharap pemerintah memberikan penjelasan terbuka agar masyarakat tidak menafsirkan secara negatif tindakan tersebut.
“Kami cuma rakyat kecil. Kalau memang ada aturan yang dilanggar, sampaikan dengan baik. Jangan tiba-tiba dihancurkan, kami juga manusia yang butuh tempat tinggal,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Harapan Masyarakat: Pemerintah Bertindak Transparan dan Manusiawi
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Sirandorung. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi sosial sebelum mengambil tindakan yang bersifat represif.
Tokoh masyarakat setempat berharap agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera memberikan klarifikasi resmi, termasuk menunjukkan dasar hukum penghancuran bangunan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga menekankan pentingnya penerapan prinsip keadilan yang sejati dalam kebijakan daerah.
“Jangan sampai slogan ‘Adil untuk Semua’ hanya menjadi kata-kata kosong tanpa makna. Keadilan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama oleh rakyat kecil yang selama ini sering menjadi korban kebijakan sepihak,” ujar seorang tokoh masyarakat Sirandorung.
Penutup
Kasus penghancuran rumah warga di Sirandorung ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah daerah maupun aparat pelaksana kebijakan, agar selalu mengutamakan asas keadilan, kemanusiaan, dan transparansi dalam setiap tindakan.
Masyarakat kini menanti tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menjawab keresahan publik yang terus berkembang di media sosial. Sebab, keadilan sejati tidak cukup hanya dengan slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang berpihak pada rakyat,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







