Sibolga –Kabarnusa24.com) Harapan masyarakat pantai barat Sumatera Utara untuk kembali menikmati trayek penerbangan langsung Sibolga–Jakarta PP semakin menguat seiring perjuangan intens Dr (HC) HM Jamil Zeb Tumori, SH., MAP., M.I.Kom. Tokoh yang dikenal aktif memperjuangkan pembangunan kawasan pantai barat tersebut menegaskan bahwa upaya membuka kembali rute tersebut bukan pekerjaan mudah, namun sangat penting demi kemajuan daerah.sabtu,15/11/2025)
Jamil mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar, mulai dari syarat teknis maskapai hingga kelayakan fasilitas bandara. Namun ia menegaskan bahwa semua itu bisa dicapai jika pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat wilayah pantai barat memiliki komitmen yang sama.
“Perjuangan ini tidak mudah dan tantangannya besar, tetapi kita harus berusaha dan tetap optimis. Dukungan kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota sangat dibutuhkan dalam pembangunan penebalan lapangan pacu pesawat dan peningkatan fasilitas Bandara FL. Tobing Sibolga,” ujarnya.
Kawasan Pantai Barat Harus Bersatu
Menurut Jamil, keterbatasan akses transportasi udara selama ini menjadi hambatan besar bagi mobilitas masyarakat maupun percepatan pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa seluruh daerah di kawasan pantai barat—meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Mandailing Natal bagian barat, Sumatera Barat utara, dan daerah penyangga lainnya—perlu bersatu dalam mendukung pembangunan bandara.
“Daerah kawasan pantai barat harus bersatu agar akses lewat udara bisa cepat dan murah. Dengan begitu kunjungan bisnis, wisata, dan pemerintahan kabupaten/kota bisa hemat waktu, dan masyarakat juga memiliki akses cepat untuk berhubungan dengan keluarga yang merantau,” jelasnya.
Jamil menilai bahwa keberadaan trayek udara langsung bukan hanya kebutuhan, tetapi tuntutan zaman. Mobilitas yang cepat dapat meningkatkan daya saing daerah, memperpendek rantai logistik, dan membuat kawasan pantai barat lebih terbuka terhadap investasi.
Dorong Penebalan Landasan Pacu
Salah satu isu penting yang disoroti adalah kondisi landasan pacu Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing (FL. Tobing). Untuk bisa melayani pesawat berbadan sedang yang umum dipakai untuk rute jarak jauh, seperti Boeing 737 atau Airbus A320, bandara membutuhkan penebalan dan perpanjangan runway.
Jamil menyebutkan bahwa beberapa maskapai sebenarnya tertarik membuka rute ke Sibolga, namun terkendala kemampuan bandara dalam mengakomodasi jenis pesawat yang dibutuhkan.
“Maskapai siap membuka rute jika bandara mampu mendukung operasional pesawat mereka. Karena itu penebalan dan peningkatan fasilitas menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah pusat akan lebih mudah memberikan perhatian jika dukungan dari pemerintah daerah solid dan dokumen perencanaan disusun dengan baik.
Harapan Akan Hadirnya Rute Tambahan
Tak hanya trayek Sibolga–Jakarta, Jamil menyebut ada peluang menghadirkan beberapa rute lain yang dapat membuka akses baru dari dan ke kawasan pantai barat. Beberapa rute strategis yang disebutkan antara lain:
Sibolga – Batam
Sibolga – Pekanbaru
Sibolga – Medan (penguatan frekuensi)
Sibolga – Yogyakarta
Semua rute tersebut diyakini akan semakin memperkuat posisi FL. Tobing sebagai bandara penghubung kawasan pantai barat Sumatera Utara.
Optimisme dan Doa dari Masyarakat
Di akhir pernyataannya, Jamil meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar perjuangan ini bisa membuahkan hasil.
“Doakan kami berhasil menyatukan kepentingan bersama akan hadirnya kembali trayek Sibolga–Jakarta dan trayek lain yang dapat membuka akses baru. Kami ingin fasilitas Bandara FL. Tobing semakin lengkap dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat pantai barat menyambut baik langkah ini, mengingat selama lebih dari satu dekade akses udara ke Jakarta harus melalui Medan atau Padang, sehingga menambah waktu perjalanan hingga berjam-jam.
Perjuangan yang kini terus bergulir diharapkan menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur transportasi udara di kawasan pantai barat Sumatera Utara,tutupnya mengahiri.
(Hasanuddingulo)







