Tapanuli Tengah —Kabarnusa24.com) Curah hujan deras yang berlangsung sejak Senin malam (17/11) hingga Selasa dini hari menyebabkan kawasan Pondok Batu kembali terendam banjir. Puluhan rumah warga digenangi air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter.
Banjir mulai masuk ke permukiman sejak sekitar pukul 22.00 WIB dan semakin meninggi pada tengah malam. Sejumlah warga tidak dapat beristirahat karena sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga agar tidak rusak terendam.
“Air naik cepat sejak Senin malam. Kami tak sempat tidur karena harus mengangkat barang-barang,” kata salah seorang warga.
Parit Terlalu Kecil, Aliran Air Tersendat
Warga menilai penyebab utama banjir berulang ini adalah ukuran parit yang menjadi jalur pembuangan air ke laut dianggap terlalu kecil dan dangkal. Saat hujan deras datang, parit tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke jalan dan rumah-rumah warga.
“Hujannya memang deras sejak malam, tapi masalahnya parit ini kecil. Setiap hujan besar, pasti banjir. Sudah sering kami keluhkan,” ujar warga lainnya.
Selain dianggap terlalu kecil, parit juga dinilai tidak pernah mendapatkan perawatan rutin. Endapan lumpur dan sampah mempersempit jalur air, memperparah meluapnya air hujan.
Aktivitas Warga Terganggu
Sejak Senin malam hingga Selasa pagi, aktivitas masyarakat Pondok Batu lumpuh. Anak-anak tidak bisa berangkat sekolah, pedagang terpaksa menutup usaha, sementara sebagian warga mulai memindahkan barang ke tempat lebih tinggi.
“Lantai rumah kami semua terendam. Tidak bisa memasak, tidak bisa bekerja. Semua aktivitas terhenti,” keluh seorang ibu rumah tangga.
Beberapa keluarga bahkan memilih mengungsi sementara ke rumah saudara untuk menghindari air yang terus naik.
Warga Mendesak Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat Pondok Batu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi sistem drainase yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Parit harus diperlebar. Ini sudah bertahun-tahun dibiarkan. Jangan tunggu sampai banjir besar baru ditangani,” tegas warga.
Hingga Selasa siang, air mulai berangsur surut di beberapa titik, namun genangan masih tersisa di rumah-rumah warga. Mereka kini mulai membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa air,
(Hasanuddingulo)







