TAPANULI TENGAH —Kabarnusa24.com) Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bentuk kepedulian dan respons langsung pemerintah pusat terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Tapanuli Tengah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen BP Taskin untuk memastikan kelompok masyarakat rentan yang terdampak bencana memperoleh perhatian, dukungan, serta pendampingan berkelanjutan, terutama guna mencegah munculnya kelompok masyarakat miskin baru akibat dampak bencana alam.
Kegiatan dipusatkan di Posko Pengungsi GOR Pandan, diawali dengan penyampaian rasa simpati dan duka cita mendalam kepada para korban. Iwan Sumule menegaskan bahwa bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan lingkungan, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Negara harus hadir di tengah masyarakat pada saat-saat sulit seperti ini. Bencana berpotensi memperburuk kerentanan sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok miskin dan rentan. Kehadiran BP Taskin di sini adalah wujud tanggung jawab negara,” ujar Iwan Sumule.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Wakil Kepala BP Taskin juga berkoordinasi langsung dengan Menteri Sosial RI terkait kebutuhan penambahan tenda pengungsian, yang langsung mendapatkan respons cepat dari Menteri Sosial.
Sebagai agenda kedua, BP Taskin menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bingkisan kepada para korban banjir dan longsor. Penyerahan bantuan ini didukung oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) yang menyediakan berbagai kebutuhan mendesak, di antaranya kursi roda, pakaian anak-anak, susu, perlengkapan ibadah, buku bacaan anak, serta makanan ringan. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Agenda ketiga difokuskan pada inventarisasi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana. BP Taskin melakukan pendataan awal terhadap kondisi masyarakat terdampak sebagai dasar penyusunan langkah strategis pemulihan jangka menengah dan panjang. Pendataan ini penting mengingat banyak warga kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dan sumber penghidupan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Iwan Sumule didampingi Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan dan Penyediaan Akses BP Taskin, Novrizal Tahar, beserta jajaran tenaga ahli. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan keseriusan BP Taskin dalam menangani bencana secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kemanusiaan, tetapi juga perencanaan kebijakan pemulihan ekonomi dan sosial.
Usai penyerahan bantuan, rombongan BP Taskin melanjutkan agenda dengan diskusi bersama Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis percepatan pemulihan pascabencana, termasuk pentingnya sinergi lintas sektor antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa pelibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pemulihan, terutama untuk mencegah munculnya warga miskin baru melalui program pemulihan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan layanan dasar dan bantuan sosial yang tepat sasaran.
Sejalan dengan hasil koordinasi di lapangan dan kebijakan pemerintah pusat, BP Taskin juga menyampaikan informasi dari Sidang Kabinet, bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun 2.600 unit rumah bagi masyarakat terdampak melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana.
Melalui kunjungan ini, BP Taskin menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana, serta memastikan agenda percepatan pengentasan kemiskinan tetap berjalan inklusif, terukur, dan berkelanjutan, meskipun di tengah tantangan bencana alam,tutupnya mengahiri.
(Hasanuddingulo)







