BeritaPendidikan

‎Viral Video Rihlah Jalan Kaki Santri Daaru Da’wah Cabang Bungin Menuju Kediaman KDM

63
×

‎Viral Video Rihlah Jalan Kaki Santri Daaru Da’wah Cabang Bungin Menuju Kediaman KDM

Sebarkan artikel ini
‎Viral Video Rihlah Jalan Kaki Santri Daaru Da'wah Cabang Bungin Menuju Kediaman KDM
Santri Daaru Da'wah lakukan Rihlah Jalan kaki menuju kediaman KDM di Lembur Pakuan Subang - Jawa Barat.

BEKASI,- Beredar Video Viral di sosial media memperlihakan sejumlah santri laki-laki sedang melakukan Rihlah dengan berjalan kaki di jalan raya provinsi kabupaten Bekasi pada Sabtu (27/12/2025).

‎Para santri tersebut berasal dari Pondok pesantren Daaru Da’wah Annahdliyah Pulomas, Sindang Jaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi berangkat sejak Jumat sore, 26 Desember 2025 melaksanakan Rihlah berjalan kaki dilepas langsung oleh pengasuh pesantren Kiyai H Ali Mukti Al-Baedhowi menuju kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Lembur Pakuan Subang.

‎”Rihlah jalan kaki santri Daaru Da’wah ini dalam rangka Santri Mapah Mapag menuju kediaman KDM dilembur pakuan Subang – Jawa Barat dalam rangka silaturahmi kepada KDM. Dilepas hari Jumat, 26 Desember 2025 ba’da Asar, diperkirakan perjalanannya hingga seminggu sampai ke Lokasi.” kata Kiyai Ali Mukti saat di hubungi Wartawan.(27/12/2025).

‎Menurutnya, Santri yang diberikan tugas Rislah jalan kaki sebanyak 8 orang santri laki-laki ditunjuk secara resmi bertujuan selain silaturahmi juga untuk menyampaikan aspirasi tentang perhatian KDM kepada lembaga Pendidikan Pesantren.

‎”Sebanyak 8 santri yang di tugaskan setibanya di kediaman KDM, Santri akan menyampaikan salam takzim dari pengasuh pesantren dan santri, maksud dari tujuannya untuk silaturahmi, mendoakan, serta menyampaikan harapan santri pesantren kepada KDM terhadap kepemimpinan dan perhatiannya kepada pendidikan pesantren.” Jelasnya

‎Diketahui dalam Islam, Rihlah berarti perjalanan atau penjelajahan yang tidak sekadar rekreasi, tetapi memiliki tujuan spiritual dan edukatif untuk meningkatkan keimanan, ilmu, wawasan, dan persaudaraan, seringkali dengan meneladani perjalanan ulama zaman dulu mencari ilmu (rihlah ilmiah) atau kegiatan pesantren untuk membangun karakter dan kebersamaan.

‎(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin