Pandan,Tapanuli Tengah Sumatra utara –Kabarnusa24.com) Viral video seorang anak muda yang menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik terus menuai perhatian masyarakat luas. Di tengah beragam respons yang muncul, sejumlah tokoh masyarakat menilai kritik tersebut seharusnya dijadikan bahan evaluasi kinerja pemerintah daerah, bukan justru dibungkam.
Tokoh masyarakat Tapanuli Tengah berinisial PH menghimbau Bupati Tapanuli Tengah agar bersikap terbuka dan jeli dalam menyikapi setiap kritik yang disampaikan warga, khususnya oleh generasi muda.Menurutnya, pemerintah daerah perlu melihat langsung kebenaran di lapangan dan tidak hanya bergantung pada laporan dari jajaran bawahan.
“Kami menghimbau Bupati Tapanuli Tengah agar menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi kinerja pemerintah, bukan untuk dibungkam. Lihat langsung fakta yang terjadi di lapangan, jangan hanya menerima laporan di atas meja,” ujar PH, Jumat (15 Januari 2026).
PH juga menegaskan pentingnya kewaspadaan bupati terhadap pihak-pihak di sekitar lingkar kekuasaan yang diduga sengaja membuat unggahan provokatif di media sosial, baik melalui Facebook maupun platform digital lainnya, yang berpotensi memancing kegaduhan di tengah masyarakat.
“Bupati harus jeli menyelidiki apakah ada oknum di sekelilingnya yang dengan sengaja membuat postingan provokatif untuk memancing kegaduhan. Jangan sampai bupati hanya disuguhi cerita-cerita bagus dan berita yang menyenangkan telinga, sementara keluhan nyata masyarakat terabaikan,” tegasnya.
Menurut PH, seorang pemimpin sejati harus siap menerima seluruh keluh kesah masyarakat, bukan hanya laporan yang dibungkus manis. Ketertutupan terhadap kritik, kata dia, berpotensi melahirkan ketidakpercayaan publik.
Ia juga mengingatkan bahwa di sejumlah daerah lain, ketidakmampuan pemimpin mendengar aspirasi rakyat berujung pada aksi protes terbuka dan tuntutan keras dari masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan internal, membangun komunikasi publik yang sehat, serta memastikan aparatur di lapangan benar-benar menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat.
Dengan kepemimpinan yang terbuka, jujur, dan responsif, masyarakat optimistis visi “Tapteng Naik Kelas” dapat terwujud tanpa kegaduhan dan tanpa jarak antara pemerintah dan rakyat,tutupnya.(Hasanuddingulo)







