Indramayu, kabarnusa24.com
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menargetkan produksi padi pada tahun 2026 mencapai 1,6 juta ton dari luas panen sekitar 230 ribu hektare. Target tersebut diyakini dapat tercapai meski musim tanam kedua diperkirakan menghadapi tantangan akibat musim kemarau.
Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan target itu disusun berdasarkan luas baku sawah (LBS) sekitar 125 ribu hektare dengan indeks pertanaman (IP) sebesar 1,8.
“Kita memiliki LBS sekitar 125 ribu hektare. Dalam satu tahun target luas panen mencapai kurang lebih 230 ribu hektare,” ujar Sugeng, Jumat.
Dengan produktivitas rata-rata 6,6 ton gabah per hektare, Indramayu diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,6 juta ton padi sepanjang tahun 2026.
Namun, Sugeng mengingatkan keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada kondisi musim tanam kedua yang kini mulai berlangsung. Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang berpotensi mengurangi pasokan air irigasi di sejumlah wilayah.
Untuk mengantisipasi hal itu, DKPP bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, TNI, Polri, serta kelompok tani terus memperkuat pengaturan sistem gilir-giring air di jaringan irigasi. Selain itu, bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian juga dimanfaatkan guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Upaya pengamanan distribusi air terus dilakukan bersama Pak Dandim, Pak Kapolres, dan seluruh jajaran. Kami juga mendapat bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian,” jelasnya.
DKPP juga terus memantau perkembangan lahan yang mulai terdampak kekeringan agar tidak berkembang menjadi gagal panen atau puso.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai puso. Yang mulai masuk baru laporan adanya lahan yang mengalami kekeringan dan sedang kami tangani melalui pengaturan distribusi air,” katanya.
Sugeng menambahkan, panen musim tanam pertama telah selesai di sebagian besar wilayah Kabupaten Indramayu. Sementara itu, panen musim tanam kedua mulai berlangsung di Kecamatan Gantar dan diharapkan menjadi penopang utama pencapaian target produksi tahun ini.
DKPP optimistis target produksi padi 1,6 juta ton tetap dapat direalisasikan apabila kondisi cuaca mendukung dan pasokan air irigasi tetap terjaga hingga akhir musim tanam.
“Mudah-mudahan target produksi tahun ini dapat tercapai dan lahan yang mulai mengalami kekeringan masih bisa diselamatkan,” pungkas Sugeng.







