TAPANULI TENGAH, 27 Juli 2026 –Kabarnusa24.com)Pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mengaku telah berulang kali meminta percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Di saat pemerintah provinsi menyatakan telah mendorong percepatan, ribuan korban bencana justru mengaku masih bergelut dengan ketidakpastian, menunggu kepastian hunian, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan kehidupan mereka.
Dalam keterangannya kepada awak media, Gubernur menegaskan agar persoalan tersebut tidak dipolitisasi. Ia mengingatkan bahwa yang menjadi korban adalah masyarakat, bukan kepentingan politik. Bahkan Gubernur mengaku telah beberapa kali meminta agar proses penanganan dipercepat karena keterlambatan hanya akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
Namun, realitas yang dirasakan warga di lapangan justru berbeda. Sejumlah korban mengaku kecewa karena hingga kini mereka belum melihat penyelesaian yang sebanding dengan penderitaan yang telah mereka alami.
Salah seorang warga Kecamatan Tukka yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial FHJ mengungkapkan kekecewaannya kepada media.
“Saya juga heran, apa tujuan Bupati Tapanuli Tengah ini. Kami sudah menjadi korban, bahkan ada yang kehilangan anggota keluarga. Tapi sampai sekarang kami merasa masih dipersulit. Kami hanya ingin kehidupan kami kembali normal,” ujar FHJ.
FHJ juga mengaku takut identitasnya dipublikasikan karena khawatir akan adanya tekanan.
“Tolong nama saya cukup pakai inisial saja. Saya takut kalau diketahui saya yang bicara. Waktu masyarakat menyampaikan aspirasi lewat aksi damai saja, menurut yang saya ketahui, ada warga yang mengaku mendapat intimidasi. Itu yang membuat banyak orang memilih diam,” katanya.
Kekecewaan warga semakin menguat setelah mendengar langsung pernyataan Gubernur yang menyebut dirinya telah meminta percepatan penanganan sejak beberapa bulan lalu. Hal itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai apa yang sebenarnya menjadi hambatan sehingga proses pemulihan korban berjalan sangat lambat.
Korban bencana menilai bahwa yang mereka butuhkan saat ini bukan lagi saling menyalahkan ataupun polemik politik, melainkan keputusan yang cepat, tindakan yang nyata, dan keberpihakan kepada masyarakat yang telah kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan anggota keluarganya.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu maupun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait pernyataan Gubernur Sumatera Utara dan keluhan warga tersebut. Ruang hak jawab tetap dibuka sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Hasanuddingulo)







