Kabarnusa24.com ,Palembang _ Maraknya kabar dugaan korupsi belakangan ini sangat menjadi perhatian publik, terutama bagi para pegiat kontrol sosial yang ada di indonesia, khususnya Sumatera Selatan (Sumsel).
Seperti Forum Pemuda Garuda Sumsel (FPGSS), dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel).
Adapun isu dalam aksi damai tersebut yaitu adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan (Abuse Of Power) yang mengarah pada perbuatan tindak pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Dugaan korupsi tersebut terdapat pada beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis) yaitu adanya dugaan Mark-up Anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan RAB di Tahun Anggaran (TA): 2025-2026.
“Disini kami menduga adanya persekongkolan antara pengguna dan penyedia jasa serta panitia ULP yang mengatur dan mengarahkan untuk pemenangan tender proyek,” ujar Ketua Umum FPGSS Iqbal Tawakal kepada wartawan, Selasa (01/08/2026).
Masih kata Iqbal mengungkapkan, diduga seluruh peserta pendamping lelang adalah satu rekanan atau kelompok, yang tentunnya diduga melalui koordinasi Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu, penawaran yang dilakukan hanya formalitas saja, karena sudah terlihat jelas dari nilai Pagu dan nilai HPS pada kegiatan lelang diduga ada grativikasi dan kongkalikong yang dilakukan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa untuk memenangkan
tender tersebut.
“Diduga pihak ULP sudah mengatur jadwal siluman untuk melakukan penawaran agar peserta lain tidak bisa melakukan penawaran, dan hanya peserta yang sudah diarahkan yang bisa melakukan penawaran,” imbuhnya.
Terakhir Iqbal menegaskan, diduga adanya indikasi UU monopoli persaingan tidak sehat dalam dunia usaha dan adanya dugaan korupsi berjamaah yang di lakukan oleh pengguna dan penyedia jasa termasuk panitia ULP yang tujuannya untuk memperkaya diri sendiri.
Adapun yang akan di hadirkan dalam aksi damai yaitu: Estimasi massa 30 orang dewasa, pengeras suara, bendera, spanduk dan lembaran Rilis.
Koordinasi Aksi: Iqbal Tawakal.
Koordinator Lapangan: Acik Suk.







