SIBOLGA, 16 September 2026 —Kabarnusa24.com)Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong penghijauan di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak,Yayasan Jamil Solution bersama para aktivis lingkungan hidup menyiapkan sebanyak 4.500 bibit pohon untuk mendukung gerakan penghijauan di sejumlah kawasan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Program tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan yang membutuhkan penghijauan, seperti lahan-lahan gersang, kawasan perbukitan, serta wilayah yang pernah terdampak atau memiliki potensi bencana banjir dan longsor.

“Melalui pejabat di Kementerian Kehutanan, kita mendapat bantuan 4.500 bibit,” ujar Jamil.
Dari total bibit yang tersedia, di antaranya terdapat 1.000 bibit nangka dan 1.000 bibit petai. Selain itu, terdapat pula bibit jengkol, alpukat, pinang, jambu biji dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Jamil menjelaskan bahwa proses penanaman akan dilakukan secara bertahap. Sejumlah kawasan telah dipersiapkan sebagai sasaran penghijauan, salah satunya Sitio-tio Hilir di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pemilihan lokasi tersebut, kata Jamil, tidak semata-mata untuk menambah jumlah pohon, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan penghijauan di kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian.
“Target kita adalah lahan-lahan yang gersang, kemudian lokasi-lokasi yang kena bencana banjir dan longsor,” ungkapnya.
Menurut Jamil, penghijauan harus dipandang sebagai gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Penanaman pohon tidak cukup dilakukan hanya oleh satu lembaga atau kelompok, tetapi harus menjadi kepedulian bersama antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, aktivis lingkungan, media dan masyarakat
Karena itu, Yayasan Jamil Solution terus membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program penghijauan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan penghijauan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.
Jamil mengatakan keberadaan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, gerakan penghijauan harus dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman.
“Tujuannya supaya alam kita ini terjaga dan lingkungan kita ini bisa kita rawat sebaik-baiknya, sehingga banjir dan longsor bisa kita cegah ke depan,” katanya.
Selain melakukan penghijauan di lokasi yang telah ditentukan, Yayasan Jamil Solution juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong dan membutuhkan bibit pohon untuk penghijauan.
Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Yayasan Jamil Solution untuk menyampaikan kebutuhan bibit. Program tersebut juga didukung melalui kerja sama dengan BPDAS Barumun Asahan sehingga diharapkan semakin banyak lahan yang dapat dihijaukan.
Menurut Jamil, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan gerakan penghijauan. Sebab, setelah bibit ditanam, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak hanya hadir pada saat penanaman, tetapi juga ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam.
“Pesan kami, apa yang kami tanam nanti bersama aktivis lingkungan hidup tolong dirawat dan dijaga, sehingga Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi lebih hijau kembali,” ucapnya.

Jamil juga mengajak LSM, aktivis lingkungan, jurnalis dan masyarakat untuk bersama-sama menyampaikan pesan penghijauan kepada publik. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang terus digaungkan.
Melalui semangat “Satu Orang, Tiga Pohon”, masyarakat diajak mengambil bagian nyata dalam menjaga kelestarian alam. Gerakan sederhana tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama untuk menanam, merawat dan menjaga pohon.
Dengan tersedianya 4.500 bibit pohon, Yayasan Jamil Solution berharap program penghijauan di Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat menjadi langkah awal dari gerakan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Yayasan Jamil Solution, aktivis lingkungan, pemerintah, dunia usaha, lembaga terkait, media dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong terciptanya kawasan Sibolga dan Tapanuli Tengah yang semakin hijau, lestari dan nyaman bagi masyarakat.
Menanam adalah langkah awal. Merawat adalah tanggung jawab. Menjaga lingkungan adalah tugas bersama.
Melalui gerakan penghijauan ini, semangat yang dibangun bukan sekadar menanam ribuan bibit pohon, tetapi menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga bumi—mulai dari satu pohon, satu lahan, hingga satu gerakan bersama untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.
(Hasanuddingulo)







