Opini

Manusia Perenungan Kekuasaan Antara Kebatilan dan Kebenaran Antara Abai dan Kepedulian

5
×

Manusia Perenungan Kekuasaan Antara Kebatilan dan Kebenaran Antara Abai dan Kepedulian

Sebarkan artikel ini
Manusia Perenungan Kekuasaan Antara Kebatilan dan Kebenaran Antara Abai dan Kepedulian

Oleh : Sutriachol Haris, L.C.

Kabarnusa24.com,– Kebatilan atau sesuatu yang batil itu dihakimi oleh manusia atau tidak ketika hanya soal menunggu giliran proses ia jatuh dan hancur alamiah.

Tenagamu hari ini adalah kekuasaanmu, bagai besarnya anugerah. Kamulah yang dapat rubah total dunia ini.

Garis hidup, nasib, dan takdir sangat dengan mudah perdetik ia berputar.

Alam dan isinya termasuk manusia menginginkan agar manusia yang disebut Tuhan sebagai khalifah itu, agar selalu dapat dan harusnya memiliki walau secuil peduli. Kepedulian adalah jelmaan penunaian kebaikan sifat Tuhan.

Yang di inginkan oleh Alam sekarang bersama dengan penghuninya adalah ada manusia tersisa di relung paling dalam hatinya yaitu penuh tak hilangnya rasa dan hadirnya akan “kepedulian”.

Ketika sucinya sumber hati karena setiap yang hidup memiliki hati, rasa akan harusnya dapat berpegang terhadap walau satu langkah peduli.

Ketika sesama muslim saja lalu seseorang tak sedikit saja di hatinya ada rasa akan kepedulian maka ketika itu pula Agama menggaris bawahi, menghakimi bahwa seseorang itu bukanlah jelmaan dari golongan muslim itu sendiri.

“Barang siapa yang tidak mempedulikan sesama urusan kaum muslimin, maka ia bukan dari golongan mereka”.

Saat tepat untuk alam semua kita terlahir di dalamnya tak terkecuali Agama apapun. Saat ketika kita tak hirau saja atas sesama manusia, sungguh adalah bahwa kita bukan sejatinya manusia yang bernama manusia artinya bukan manusia walau wujudnya manusia.

Atmosfer menceritakan bahwa Alam tak selamanya dapat di anggap yang menjadi harapan sebahagain manusia seoalah seakan semata hanya soal rupiah dan rupiah .

Selama hati yang masih suci senantiasa ada insan pilihan dapat terjaga memberi akan sesama rasa pengertian sesama, berapa banyak dari manusia tak sedikit selaku anak Adam yang kerap dan terkadang begitu terlalu cepat, melihat, menghakimi atas kemalangan orang lain.

“Poverty Can Happen to Anyone” Kemiskinan dapat menimpa siapa saja, dan kapan saja, tak mengenal wujud dalam eksistensi dimana tak ada tanggal dalam Kalender.

Indahnya hamparan bumi ketika hamparan nya dapat di injak terasa lagi berasa. Walau seberapa rintangan menghadang atau berada di puncak tinggi keberhasilan itu datang, tengah dan di penghujung karir atau kekuasaan itu sekalipun ia tetap pe – du- li.

Gerakan cinta dalam sejatinya Iman ketika ia tergertak awal di hatinya hadir ada rasa peduli.

Seberapa indah manusia itu, ketika ia dapat merasakan keindahan nya Allah, yaitu saat manusia tak abai dapat segenap membungkuk beradaptasi untuk merangkul mereka yang tengah berjuang di bawah.

Dan mereka yang masih di bawah dua pertiga Agama nya hati – hati akan hilang ketika memberikan penghormatan kepada manusia karena dorongan harta lagi sikap hormat nya melebihi seperti ruku posisinya.

(Red)

Penulis