Kabarnusa24.com | Jember, – Pemilihan judul berita yang bombastis dan penulisan berita dengan menyebut nama korban kekerasan seksual atau perkosaan agar dihindari. Penulisan berita dan judul berita terkait kekerasan seksual agar ditulis dengan prinsip melindungi korban. Itu dikemukakan oleh Ira, wartawan Kompascom dari Banyuwangi dalam acara Media Summit yang diselenggarakan oleh Tanoker Ledokombo Jember dan Yayasan Gemilang Indonesia Sehat untuk melaksanakan program Power To Youth , yakni 3 isu penting, pencegahan pernikahan anak, kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan berbasis gender.
“Kalau lihat berita perkosaan atau kekerasan seksual judulnya sangat tidak berpihak pada perempuan atau korban, ” Katanya.
Juga, media itu menyebutkan nama korban secara gamblang sehingga korban atau keluarga korban malu. Untuk itu, media online atau cetak wajib hukum nya membuat berita yang justru membantu korban kekerasan seksual. Juga, merahasiakan nama korban seksual.
Selain itu, sutradara film pendek asal Kalisat , Mas Yus, mengupas soal film terkait kekerasan seksual , seperti To Kill A Tiger, sebuah film tentang korban perkosaan di India. Selain itu, Alvin sebagai pembicara ketiga mengupas soal HKSR. Sedangkan Sofiatul Amri sebagai pembicara keempat mengupas soal media komunikasi Tanoker, produk pengetahuan dan tantangan. (Eko/AR).







