Indramayu, kabarnusa24.com Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi lintas sektor serta langkah antisipasi sejak dini.
Upaya tersebut ditunjukkan saat Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Polres Indramayu, Selasa (11/8/2026).
Apel dipimpin Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Indramayu, instansi lintas sektor, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana yang dapat meningkat selama musim kemarau.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Indramayu sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan Tahun 2026.
Status siaga tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Indramayu Nomor 100.3.3.2/Kep.328/BPBD/2026 dan berlaku sejak 11 Juni hingga 30 September 2026. Masa berlaku status tersebut dapat diperpanjang maupun dicabut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi hidrometeorologis.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Indramayu dalam mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau, mulai dari potensi kekurangan air bersih, ancaman terhadap produktivitas pertanian, hingga risiko kebakaran pada area lahan kering.
Dengan adanya status siaga, koordinasi antarpemangku kepentingan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam menyiapkan personel, sarana dan prasarana, serta langkah penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Dalam amanatnya, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, karhutla tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, serta menimbulkan kerugian yang besar.
Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli dan monitoring, penguatan deteksi dini, serta komunikasi yang cepat dan efektif antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kapolres juga berharap apel siaga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kesiapan personel, sarana dan prasarana, pola komunikasi, hingga strategi penanganan harus benar-benar dipastikan agar dapat digunakan secara cepat ketika terjadi kebakaran.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama seluruh unsur terkait terus membangun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi dampak musim kemarau.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Indramayu tetap berjalan dengan baik.







