Opini

Paket Logistik Politik 2029 Diantara Bukan Satu ‐ Satunya MBG

9
×

Paket Logistik Politik 2029 Diantara Bukan Satu ‐ Satunya MBG

Sebarkan artikel ini
Paket Logistik Politik 2029 Diantara Bukan Satu ‐ Satunya MBG

Oleh : Sutriachol Haris, L.C.

Kabarnusa24.com- Ketika gagasan Visi Misi Capres 2024 itu menggema didengar rakyat dalam debat Pilpres lalu ada yang tak ingat bahkan lupa akan subtansi debat tentang kata stunting.

Stunting diartikulasi dengan memberi makan siang atau secara beken yang sekarang menjelma keren dan terkenal dengan singkatan sebutan MBG.

Tanpa banyak disadari dengan cermat pada level dasar oleh sebagian orang bahwa MBG adalah bukan saja hamparan hidangan gizi bagi sasaran manfaat untuk rakyat sehingga lahir generasi sehat dan kuat serta MBG sejalan dengan subtansi memberikan makanan merupakan faktor penting dan wajib bagi negara.

Telah nyata tak sedikit dari lawan dan kontestasi politik lalu yang tak senang hadirnya dengan MBG yang disukai rakyat hingga menjelma dari sebab-akibat hikmah yang hebat berupa hadiah dari rakyat sehingga dengan tak terlalu sulit pemilu kedepan bukan tak mungkin rakyat menghendaki lagi Prabowo. Ini tak aneh diluar sana ketika MBG terus diganggu.

Sejak yang bernama jabatan mulai dari Lurah dan Camat hingga Presiden kesemua itu adalah jabatan politis, maka ketika program yang baik mereka dan tak aneh bila tak akan semua suka. Esensi on the track yang mahal dengan MBG rakyat bahagia suka lagi senang.

Berprasangka itu benar sebahagiannya mengandung kegagalan eksistensi namun mengontrol dan mengawasi bersama adalah keniscayaan lazim.

Negara juga dengan seiring hadirnya MBG dapat juga mensejahterakan masyarakat pada sentuhan ekonomi sisi pembangunan ekonomi kerakyatan paling buncit dan pemerintah tak berhenti dengan ketersediaan pangan pada sisi hamparan gizi nya namun juga tersedianya lapangan kerja bagi 50 jiwa di setiap satu SPPG berdiri.

Artinya adalah bahwa hal tersebut diatas sesuai amanat UUD 1945 pasal 33 sangat sinkron dan tepat lagi relevan bukan saja mensejahterakan sosial dalam bentuk perekonomian nasional tapi juga bentuk gerakan paket lengkap atau komprehensif subtansinya dalam kualitas dan kuantitas bukan saja roda ekonomi di akar rumput yang jalan namun juga sasaran melawan stunting dapat diatasi.

Antara kesemakmuran perekonomian dan kesejahteraan rakyat dan jangan lupa tumbuh kembang anak dalam gerakan gizi nasional dapat seirama sejalan bersamaan. Dengan hadirnya SPPG semua roda berputar jalan. Itulah makna amanah terkandung tanpa perlu tafsir dalam pasal 33 UUD 1945.

Bagaimana mungkin bila paket atau program mulia seperti MBG ini bagian keranjang logistik politik untuk 2029 dimaknai bagi sebagian orang. Bila ada yang berpikir seperti itu amat keliru salah. Yang menjadi karma adalah setiap niat yang berbenih program baik maka sungguh jelas yakni bonusnya nyata bahkan macam investasi menanti lebih baik dan berlipat.

Apabila pemerintah atau siapapun dia ketika dapat memberikan rasa kasih sayang terhadap sesama dengan contoh memberikan makanan seperti hadirnya MBG, maka hal itu sama dengan menebar kasih sayang di permukaan bumi yang tak mustahil kelak bakal “Yarhamkum man fi sama’.” Artinya adalah jelas – jelas secara otomatis hadiah besar barokah hadir dari langit bukan saja 2029 namun menjelma di bumi seterusnya. Itulah kalam wahyu.

Mengapa ketika konsen kita bicara 2029 hanya mengarah pada perhelatan kontestasi konten lima tahunan dan kita seperti terus menyalahkan pada setiap program yang bagus dan mulia, Ada dari Asta Cita Presiden namun kenapa ketika ada capres lalu yang belum beruntung namun terang ia menyerang dengan irasionalnya tentang satu program toh, MBG to.

Beruntungnya rakyat bersama Presiden Prabowo ketika satu program prioritasnya saja MBG menyentak langit viral di alam. Dan tak aneh ketika di bumi era SBY-JK dahulu apa kita luput dengan Program Gas Tabung 3 KG. Tak sedikit api lahir bukan saja jadi sahabat di dapur namun api gas berlebih menjelma yang jadi nyayian terbalik api besar malah seperti jadi penjahat. Karena dahulu tak sedikit orang yang belum biasa tahu menyalakan api dalam gas tabung itu. Sekarang dapat besar dirasakan manfaatnya dengan adanya tabung gas 3 Kg subsisidi tersebut.

Banyak dahulu orang bahkan masih tentang gas tabung 3 KG, menyangka tentang ini adalah arah kebijakan sang bisniss wapres JK. Lalu sekarang program MBG mulia hadir akankah terus menerus ini adalah karena mereka yang terus Prabowo salah dari sisi ada keracunan MBG, dan ada dari dampak menyalahi Prabowo dibenturkan karena tak hirau seoalah MBG pukulan kencang rival – an VS dunia pendidikan salahsatunya terkait dua anggaran yang dulu jadi perbincangan.

Dan ada sebagian berpandangan cenderung ngawur ketika MBG dan Desa serta Kopdes nya dicampur baurkan. Dan Negara dengan pandangan politik kebangsaan yang teduh patut waspada akan berbondong nya akan kemunduran demokrasi politik Desa. Tak ada geopolitik dan dunia keuangan jauh dari relevansinya ketika dikorelasikan dengan Perhelatan Pesta Pilkades, jelas kebodohan.

MBG adalah bukan paketan logistik politik. MBG tak berlebih memaknai, hakikat makna langit laksana Maidah Ar-rahman yang menjelma hamparan hidangan jamuan bumi. Siapapun esok berkesinambungan presidennya MBG amat mulia berkelanjutan.

Hamparan gertak gerakan buih ombak di samudera yang luas, manfaatnya seluas itu bagi rakyat. Ia seperti buih – buih dilautan luas yang dapat diukur namun besar dirasa manfaatnya, itulah MBG.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin