Berita

Air Bersih Langka dan Mahal, Masyarakat Tapteng Desak Pemerintah Bertindak Nyata

9
×

Air Bersih Langka dan Mahal, Masyarakat Tapteng Desak Pemerintah Bertindak Nyata

Sebarkan artikel ini
Air Bersih Langka dan Mahal, Masyarakat Tapteng Desak Pemerintah Bertindak Nyata

TAPANULI TENGAH —Kabarnusa24.com)Derita masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah pasca bencana hingga kini belum juga berakhir. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, warga kini harus berjuang mendapatkan air bersih dengan cara membeli per jerigen dengan harga yang dinilai mencekik, mulai dari Rp5 ribu hingga mencapai Rp10 ribu per jerigen di sejumlah wilayah.

 

Kondisi tersebut memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar kini berubah menjadi barang mahal yang sulit dijangkau warga kecil. Di beberapa kelurahan seperti Kalangan, Pandan, hingga Lubuk Tukko, warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari.

 

“Kalau terus begini, kami mau jualan pakai apa? Air mahal, pembeli sepi, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan,” keluh Boru Lubis, seorang pedagang warung nasi di Kelurahan Pandan, Selasa (12/5/2026), dengan nada kecewa.

 

Bukan hanya pedagang kecil, masyarakat umum juga mengaku semakin tertekan akibat mahalnya harga air bersih. Warga terpaksa membeli air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih pasca bencana, situasi tersebut dinilai sangat memberatkan rakyat kecil.

 

Masyarakat menilai penanganan pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar warga berjalan lamban. Hingga saat ini, distribusi bantuan air bersih disebut belum merata dan belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak. Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan yang dianggap sangat mendesak tersebut.

 

Ironisnya, di saat rakyat kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah daerah justru dinilai lebih sibuk dengan kegiatan seremonial dan pencitraan politik. Kritik keras pun mulai bermunculan dari masyarakat yang merasa penderitaan mereka seolah tidak menjadi prioritas utama.

 

Agus Tanjung, warga Kelurahan Lubuk Tukko, mempertanyakan kehadiran pemerintah di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang bertahan hidup pasca bencana. Menurutnya, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar kunjungan dan janji.

 

“Jangan hanya datang saat foto-foto dan rapat. Rakyat butuh solusi nyata, bukan janji. Air bersih ini kebutuhan pokok, bukan barang mewah,” tegas Agus Tanjung saat diwawancarai awak media.

 

Situasi ini semakin memperlihatkan beratnya beban masyarakat bawah di tengah krisis pasca bencana. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung dan mengambil langkah konkret agar distribusi air bersih dapat berjalan maksimal dan merata.

 

Masyarakat juga mendesak adanya pengawasan terhadap praktik penjualan air bersih dengan harga tinggi yang dinilai memanfaatkan situasi sulit rakyat. Menurut warga, negara tidak boleh kalah dalam menjamin hak dasar masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.

 

Hingga berita ini diturunkan, keluhan warga terkait mahalnya harga air bersih terus bermunculan di berbagai wilayah terdampak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Warga berharap penderitaan mereka segera mendapat perhatian serius sebelum krisis air bersih semakin meluas dan memicu persoalan sosial baru di tengah masyarakat, tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin