DaerahKetahanan Pangan

Dilema Petani desa Lobener Lor: Air Irigasi Ada, Tapi Tak Sampai ke Sawah, Ratusan Hektare Terancam Kekeringan

5
×

Dilema Petani desa Lobener Lor: Air Irigasi Ada, Tapi Tak Sampai ke Sawah, Ratusan Hektare Terancam Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Dilema Petani desa Lobener Lor: Air Irigasi Ada, Tapi Tak Sampai ke Sawah, Ratusan Hektare Terancam Kekeringan

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Di tengah musim kemarau, para petani di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menghadapi persoalan yang memprihatinkan. Meski pasokan air irigasi masih tersedia, alirannya tidak mampu mencapai area persawahan karena gorong-gorong tersumbat batu dan endapan tanah.

Kondisi tersebut mengakibatkan sekitar 80 hingga 100 hektare lahan pertanian terancam kekeringan. Bibit padi yang baru disemai banyak yang mati akibat kekurangan air, sehingga petani terpaksa membeli bibit dari desa lain agar musim tanam tidak semakin terlambat.

Tak hanya itu, para petani juga dihadapkan pada situasi yang serba sulit. Mereka harus memilih antara membendung aliran air demi menyelamatkan sawah miliknya atau membiarkan air terus mengalir agar tidak memicu perselisihan dengan petani di wilayah lain yang juga membutuhkan pasokan air.

Karena tidak mampu mengatasi sumbatan secara mandiri, para petani akhirnya meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu. Petugas kemudian melakukan pembongkaran sumbatan pada gorong-gorong agar aliran air irigasi kembali normal dan dapat mengairi lahan pertanian.

Para petani berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk memastikan distribusi air irigasi berjalan lancar selama musim kemarau. Mereka berharap kebutuhan air dapat terpenuhi hingga tanaman padi tumbuh optimal dan siap memasuki masa panen.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin