Kerukunan Jadi Fondasi Pembangunan, Bupati Lumajang Dorong Sinergi Forkopimda dan Penguatan Toleransi Generasi Muda
Lumajang, kabarnusa 24.com.Rabu,5/8/2026– Kerukunan masyarakat menjadi salah satu prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan daerah. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan stabilitas keamanan, toleransi, dan kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat diukur semata dari bertambahnya infrastruktur atau meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan juga bergantung pada kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kerukunan harus terus dirawat. Karena tanpa keamanan dan kebersamaan, pembangunan akan sulit berjalan secara optimal,” ujar Indah.
Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk bersama jajaran Kepolisian Resor Lumajang. Sinergi lintas institusi dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Indah, kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai unsur masyarakat merupakan investasi sosial yang akan menentukan keberhasilan pembangunan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, penguatan nilai-nilai toleransi terus dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan generasi muda. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang, H. Asir, mengatakan bahwa membangun kerukunan tidak cukup hanya melalui forum dialog atau seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam aktivitas bersama yang mampu mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Diskusi Lintas Pemuda Beragama yang dikemas dalam kegiatan Kemah Bersama di kawasan Kali Kebo, Kecamatan Pronojiwo. Program itu mempertemukan pemuda dari berbagai agama dalam ruang interaksi yang mendorong dialog, saling mengenal, dan membangun semangat persaudaraan.
Menurut H. Asir, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kesalehan dalam menjalankan ajaran agamanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai warga masyarakat, warga bangsa, dan warga negara yang menjunjung tinggi persatuan serta menghargai keberagaman.
“Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang taat beragama sekaligus memiliki kepedulian sosial dan rasa cinta terhadap bangsa. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi untuk menjaga kerukunan Indonesia di masa depan,” kata H. Asir.
Upaya membangun toleransi melalui keterlibatan generasi muda dinilai menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat daerah. Di tengah masyarakat yang majemuk, ruang perjumpaan antarpemeluk agama diyakini mampu mencegah lahirnya prasangka sekaligus memperkuat rasa saling percaya.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, Forkopimda, dan FKUB menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan. Dengan kerukunan yang terus terpelihara, iklim pembangunan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan diharapkan dapat terus terwujud, sekaligus menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.(D.S,)







