Indramayu, kabarnusa24.com
Di balik tawa lima balita kembar, tersimpan perjuangan berat yang dijalani pasangan Warsilah dan Nuraeni, warga Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Demi memenuhi kebutuhan hidup enam anak mereka, pasangan ini rela menjual sawah, sepeda motor, hingga perhiasan emas yang dimiliki.
Kini, harapan keluarga itu bertumpu pada sebuah warung kecil di depan rumah. Namun, usaha tersebut hampir tidak lagi berjalan karena modal terus terkuras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama membeli susu, popok, dan kebutuhan pokok bagi kelima balita kembar.
Kisah perjuangan keluarga ini akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia pun datang langsung menemui Warsilah dan Nuraeni untuk memberikan dukungan sekaligus solusi agar perekonomian keluarga dapat kembali bangkit.
Dalam kunjungannya, Dedi memotivasi Warsilah agar tidak menyerah menghadapi keadaan. Ia menawarkan kesempatan mengikuti pendidikan satpam dan berjanji membantu penyaluran kerja sebagai petugas keamanan di salah satu pabrik di Kabupaten Indramayu.
Tak hanya itu, Dedi juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta agar warung milik keluarga tersebut kembali beroperasi dan mampu menjadi sumber penghasilan yang lebih baik.
“Kalau diam terus enggak akan dapat rezeki, harus usaha,” pesan Dedi kepada Warsilah.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi keluarga Warsilah dan Nuraeni. Di tengah keterbatasan ekonomi, semangat mereka membesarkan lima balita kembar menjadi potret keteguhan orang tua yang pantang menyerah demi masa depan anak-anaknya.







