Di Tengah Gempuran TikTok, SMPN 1 Sukodono Kenalkan Lagi Permainan Tradisional kepada Siswa
LUMAJANG, kabarnusa 24.com— Di tengah derasnya arus budaya digital, permainan tradisional yang dahulu akrab dengan kehidupan anak-anak kini mulai terpinggirkan. Kondisi itu mendorong SMPN 1 Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memasukkan permainan tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala SMPN 1 Sukodono, Edy Purwanto, S.Pd.M.M, mengatakan permainan seperti makan kerupuk dan tarik tambang tidak semata-mata dijadikan hiburan dalam perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan kembali budaya permainan yang mulai jarang ditemui dalam keseharian anak-anak.
Menurut Edy, generasi sekarang perlu diberi pengalaman langsung agar mengetahui permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Ini supaya anak-anak tahu budaya kita, sehingga tidak hilang. Jangan sampai mereka hanya mengenal sesuatu dari TikTok. Permainan tradisional juga perlu mereka kenal,” ujar Edy saat dikonfirmasi awak media Kabarnusa, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari. Namun, kemajuan tersebut seharusnya tidak membuat anak-anak kehilangan pengetahuan mengenai budaya lokal dan permainan tradisional.
Karena itu, berbagai perlombaan tradisional dipilih sebagai bagian dari kegiatan sekolah dalam menyemarakkan HUT ke-81 RI.
Bagi Edy, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu.
“Jangan hanya menikmati hasilnya sekarang. Anak-anak juga perlu tahu bahwa kemerdekaan ini ada karena perjuangan para pendahulu,” katanya.
Siswa Disiapkan Ikuti Lomba Tingkat Kecamatan
Selain kegiatan internal sekolah, SMPN 1 Sukodono juga mempersiapkan sejumlah siswa untuk mengikuti perlombaan di tingkat kecamatan.
Sekolah tersebut dijadwalkan mengirimkan perwakilan siswa dalam perlombaan yang berlangsung pada 14 Agustus. Persiapan bahkan telah dilakukan sebelum siswa memasuki masa liburan.
Edy mengakui persiapan sempat menghadapi kendala karena adanya pergantian pembina. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan proses seleksi dan pembinaan siswa.
“Persiapannya sudah sebelum liburan. Memang ada kendala karena pergantian pembina, tetapi seleksi tetap dilakukan dan anak-anak terus dimantapkan,” ujarnya.
Menurut Edy, SMPN 1 Sukodono menjadi salah satu sekolah yang cukup siap mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah peserta telah mendapatkan latihan dan pemantapan sebelum mengikuti perlombaan.
Pembinaan dilakukan tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa agar berani tampil dan berkompetisi di luar lingkungan sekolah.
“Artinya pembinaan dan pemantapan. Anak-anak dipersiapkan agar ketika mengikuti lomba mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” kata Edy.
Semarak Kemerdekaan Antar-Kelas
Semarak HUT ke-81 RI juga berlangsung di lingkungan sekolah. Para siswa mengikuti berbagai kegiatan antarkelas, termasuk menghias dan melengkapi ruang kelas.
Penilaian dilakukan terhadap kreativitas, kerapian, kelengkapan, dan berbagai aspek lain yang melibatkan kerja sama siswa.
Edy berharap seluruh kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, peringatan kemerdekaan harus menjadi ruang pendidikan karakter bagi siswa.
Melalui permainan tradisional, perlombaan, kegiatan antarkelas, hingga keikutsertaan dalam kompetisi tingkat kecamatan, siswa diajak membangun kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan rasa cinta terhadap bangsa.
“Anak-anak harus merasakan langsung semangat kemerdekaan. Bukan hanya lewat upacara, tetapi juga melalui kebersamaan, permainan, dan kegiatan yang membuat mereka mengenal budaya sendiri,” ujar Edy.(D.S)







