Daerah

Bimtek Pakan Ternak Ayam, Anggota DPR RI H.M.Nur Purnamasidi Ajak Peserta Ubah Limbah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

12
×

Bimtek Pakan Ternak Ayam, Anggota DPR RI H.M.Nur Purnamasidi Ajak Peserta Ubah Limbah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Bimtek Pakan Ternak Ayam, Anggota DPR RI H.M.Nur Purnamasidi Ajak Peserta Ubah Limbah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

Bimtek Pakan Ternak Ayam, Anggota DPR RI H.M.Nur Purnamasidi Ajak Peserta Ubah Limbah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

 

LUMAJANG,kabarnusa24.com.Rabu,5/8/2026– Peserta Bimtek diminta tidak hanya memahami teori dalam pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya menjadi keterampilan yang menghasilkan nilai ekonomi. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan pakan ternak ayam yang menghadirkan Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr.Yenny Nur Anggraeni ,S.Pt.,MP.,sebagai Kegiatan ini berlangsung di hall Aston Iin,Jalan Panglima Sudirman -Lumajang.

 

Dalam sambutannya, anggota DPR RI H M.Nur Purnamasidi mengatakan pelatihan tersebut merupakan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas di bidang peternakan, khususnya dalam memproduksi pakan ayam secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan.

 

“Pengetahuan jangan berhenti menjadi sesuatu yang kita tahu. Pengetahuan harus berkembang menjadi ilmu, kemudian diwujudkan menjadi keterampilan yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, banyak orang telah mengenal bahan-bahan penyusun pakan ternak, namun belum memahami proses dan urutan pembuatannya secara benar. Karena itu, pelatihan difokuskan pada aspek teknis agar peserta mampu menghasilkan pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan ternak.

 

Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung dipraktikkan setelah pelatihan selesai.

 

Selain membahas teknik pembuatan pakan, ia juga menyoroti potensi limbah organik rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sisa sayuran, bahan pangan, maupun limbah dapur dinilai masih memiliki nilai guna apabila diolah menjadi bahan baku pakan ternak.

 

“Selama kita memandang sampah hanya sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna, persoalan sampah akan sulit selesai. Namun ketika kita mulai melihatnya sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, akan muncul berbagai solusi dan inovasi,” katanya.

 

Ia mencontohkan limbah dapur dari rumah tangga maupun usaha kuliner yang masih layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan setelah melalui proses pengolahan yang tepat. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi peternak.

 

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat mulai membangun usaha peternakan ayam dari skala kecil. Menurutnya, apabila setiap keluarga mampu memelihara beberapa ekor ayam, maka secara kolektif akan terbentuk populasi ternak yang cukup besar dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

Sementara itu, Dr.Yenny Nur Anggraeni memberikan materi mengenai teknik penyusunan ransum pakan ayam, pemilihan bahan baku, komposisi nutrisi, hingga tahapan pengolahan agar menghasilkan pakan yang aman, sehat, dan memiliki kualitas sesuai kebutuhan ternak.

 

Melalui Bimtek tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin