Indramayu, kabarnusa24.com
Musim kemarau kembali memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Warga di Desa Totoran, Desa Pabean Ilir (Blok Pancer 2), serta Blok Pecantilan, Desa Pagirikan, mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kamis (6/8/2026), harapan datang melalui aksi kemanusiaan berupa pendistribusian 15 ribu liter air bersih menggunakan tiga truk tangki. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi TNI, BPBD Kabupaten Indramayu, PMI, PDAM, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Sejak truk tangki tiba di lokasi, warga langsung berdatangan membawa ember, jeriken, hingga drum untuk mendapatkan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan.
Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo melalui Danramil 1602 Sindang Kapten Arm Suhermanto, yang didampingi Pasiops Kodim 0616/Indramayu Kapten Inf Suprayitno, mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian dan sinergi lintas sektor dalam menangani dampak kekeringan di Kabupaten Indramayu.
Ia menjelaskan, tiga truk tangki yang disalurkan kali ini melengkapi dua truk tangki yang sebelumnya telah didistribusikan ke Blok Pecantilan.
“Kami dari Koramil bersinergi dengan PDAM, BPBD, dan PMI untuk langsung turun ke wilayah terdampak. Kami juga terus mengupayakan solusi jangka panjang bersama pemerintah daerah, baik melalui peningkatan tekanan distribusi air PDAM maupun pencarian sumber air baru. Meski hasil uji geolistrik menunjukkan potensi sumber air di wilayah ini belum memungkinkan, upaya akan terus dilakukan,” ujar Kapten Arm Suhermanto.
Pemerintah Kecamatan Pasekan berharap bantuan air bersih dapat terus berlanjut selama musim kemarau masih berlangsung. Sementara itu, BPBD Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat serta menghindari pembakaran sampah sembarangan karena risiko kebakaran meningkat pada musim kemarau.
Bantuan air bersih ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang setiap tahun harus menghadapi krisis air akibat kemarau panjang, sembari menunggu hadirnya solusi jangka panjang untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.







