Opini

Untuk Indonesiaku Galakan Program Bagi Negeri “Gemar Baca Sepanjang Hidup”

11
×

Untuk Indonesiaku Galakan Program Bagi Negeri “Gemar Baca Sepanjang Hidup”

Sebarkan artikel ini
Untuk Indonesiaku Galakan Program Bagi Negeri "Gemar Baca Sepanjang Hidup"

Oleh: Sutriachol Haris, L.C.

TANGGERANG,- Sabtu, 8 Agustus 2016, “Hubbul qiraah maddal hayyah” nama gerakan ini gagasan dari sang istri tercinta Presiden Republik Arab Mesir, Husni Mubarak yaitu Suzan Mubarak. Program yang sangat baik ini membuat sejarah menjaga mesir kuno hingga kini bahwa Mesir adalah dengan salahsatu nya menjadi kekuatan penting di dunia arab modrn. Bukan saja sisi peradaban yang berkeadaban Mesir juga menara nya ilmu bagi dunia selain Mesir merupakan terlahir negeri nya para nabi – nabi (Anbiya)

Mesir adalah negara pertama secara de facto 1946 yang mengakui atas kemerdekaan Indonesia dan disusul satu tahun setelahnya pengakuan kemerdekaan atas Indonesia oleh Mesir secara de jure melalui perjanjian persahabatan 1947 M. Mesir rakyatnya melekat tabiat pandai mujamalah, mujamalah adalah tradisi kebaikan ia penuh basa basi dan penghormatan.

Mesir dengan kaya intelektualnya dan sederhana dalam gaya kehidupannya. Mesir kuno dan modern nyata kisah peradaban dunia. Indonesia sama kaya akan karya intelektual yang mendunia seperti adanya kamus Arab Indonesia “Al Ashri” dan “Almunawwir”. Kamus ini di timur tengah menjadi wajib ada pada sudut setiap rumah – rumah mahasiswa Asia yang menmpuh menimba ilmu di lebih 22 negara timteng.

NKRI adalah negara kesatuan dimana secara nyata dan fakta memiliki anak bangsa yang pintar – pintar lagi cerdas, penggalangan secara masif oleh negara untuk lebih cinta baca buku perlu secara masif digalakan digagas dan menjadi amanah prioritas undang – undang.

Situasi pada hari akhir amat sangat dapat ditentukan mulai hari ini dengan terus menuntut ilmu dan terus gemar baca. Baca secara kiasan adalah baca buku sebagai jendela ilmu untuk dapat mengetahui pilar dunia secara luas. Namun hukum membaca secara hakikat yakni hari akhir ditentukan dapat bahagia karena karena sebab hari ini membaca buku dan dapat mengamalkannya.

Program gemar baca ini perlu menjadi nalar yang wajib menjadi motto pada dunia pendidikan kita di Indonesia khususnya hal ini secara total pemerintah yang dapat menggerakan dengan utuh tak terkecuali perintah baca ia selain wahyu pertama yang dapat memberi cahaya bagi negara kepulauan seperti Indonesia kita juga kayak akan kertas. Kertas jelmaan isyarat untuk baca. Bukan kaya kertasnya negeri ini hingga sebahagian sudut negeri kertas jadi tradisi bungkusan gorengan.

Bacalah wahai “Muhammad” dijawabnya saya tak dapat baca. Ketika perintah gemar baca sepanjang hidup dapat di wajibkan sejak dibangku SD oleh pemerintah harusnya dan seterusnya juga wajib adanya fasilitas – fasilitas yang dapat menunjang.

Gemar membaca sepanjang hidup bisa dan dapat dibiasakan oleh istri Presiden dan atau istri Wakil Presiden yang terus mestinya dapat terus keliling Indonesia dengan gagasan utama program mulia ini kedepannya. Bila bukan sekarang kapan lagi.

Zaman gadget HP pintar sekarang ini bila kita analisa namanya bukan lagi Hand Phone. Karena alat yang sejatinya menjadi alat untuk dapat komunikasi malah banyak digunakan untuk bermain dan sebahagian terjebak dengan permainan yang sesungguhnya malah menjadi lebih bodoh dari kenyataan yang ada sebenarnya. Disinilah pentingnya hadirnya akan pemerintah dengan gerakan-gerakan gemar baca sepanjang hidup.

Membaca adalah wajib hukumnya dan merupakan kewajiban bagi setiap fitrah yang lahir yang bernama manusia. Negara yang maju adalah negara dimana masyarakatnya membiasakan gemar membaca dan berlaku untuk selama dan sepanjang hidup. Dengan membaca ia bisa bahagia dan hanya bisa bahagia ketika sudah membaca.

Jadikan misi baca misi bangsa, gaung gemar baca sepanjang masa untuk Indonesia.

Misi baca ditumbuh kembangkan bagi NKRI wujud bagimu negeri. Misi baca kudu jadi misi tradisi program diatas program segalanya bagi sebuah negeri karena amanah baca selain wahyu sebagai bisikan isyarat titah langit lagi tersirat dalam qurani.

Cahaya diatas cahaya bagi bangsa yang maju adalah hanya dengan baca. Hanya dengan salahsatu eksistensi gemar baca NKRI akan menjadi wujud Indonesia Emas.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin