Indramayu, kabarnusa24.com
Tiga siswa SDN 4 Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, diketahui tidak masuk sekolah selama berhari-hari. Kondisi tersebut mendorong polisi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping PKH, dan pihak sekolah turun langsung mendatangi rumah ketiganya.
Ketiga anak tersebut dipastikan bukan putus sekolah. Mereka masih tercatat sebagai siswa aktif, namun memilih tidak berangkat ke sekolah.
Ketiganya masing-masing duduk di kelas 4, 5, dan 6. Dari penelusuran bersama, diketahui alasan mereka tidak bersekolah berbeda-beda.
Salah satu siswa terkendala kondisi orang tua yang tidak selalu berada di rumah. Sementara siswa lainnya memang bersikeras tidak mau berangkat sekolah meski telah diminta oleh orang tuanya.
Pihak sekolah kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Forkopimcam Kedokan Bunder. Laporan itu ditindaklanjuti dengan mendatangi rumah masing-masing siswa untuk melakukan pendekatan secara persuasif.
Petugas berupaya memberikan pemahaman sekaligus membujuk ketiga anak tersebut agar kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Tak hanya membujuk, sejumlah alternatif juga disiapkan. Jika siswa merasa tidak cocok dengan sekolahnya, pemerintah siap membantu proses perpindahan sekolah. Sedangkan bagi keluarga yang mengalami kendala ekonomi dan memenuhi persyaratan, opsi pendidikan melalui Sekolah Rakyat juga ditawarkan.
Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Eryana, menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar mengembalikan anak ke sekolah, tetapi memastikan mereka tetap memperoleh hak pendidikan.
“Yang terpenting, anak-anak ini jangan sampai tidak mendapatkan pendidikan,” tegas Ipda Eryana.
Disdikbud Kabupaten Indramayu juga ikut memantau perkembangan kasus tersebut. Jika upaya mengembalikan ketiga siswa ke sekolah reguler belum berhasil, pendidikan nonformal akan disiapkan sebagai alternatif.
Langkah tersebut ditempuh agar ketiga anak tetap mendapatkan hak pendidikan dan memiliki bekal yang cukup untuk menentukan masa depannya.







