Daerah

PKB Jatim Mulai Panaskan Mesin 2029, Otman Ralbi: Jangan Datang ke Rakyat Lima Tahun Sekali

11
×

PKB Jatim Mulai Panaskan Mesin 2029, Otman Ralbi: Jangan Datang ke Rakyat Lima Tahun Sekali

Sebarkan artikel ini
PKB Jatim Mulai Panaskan Mesin 2029, Otman Ralbi: Jangan Datang ke Rakyat Lima Tahun Sekali
oplus_2

PKB Jatim Mulai Panaskan Mesin 2029, Otman Ralbi: Jangan Datang ke Rakyat Lima Tahun Sekali

LUMAJANG, kabarnusa 24.com— Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Otman Ralbi, meminta kader tidak menjadikan Pemilu 2029 sebagai satu-satunya momentum untuk turun ke tengah masyarakat. Ia menegaskan, kerja politik harus dimulai sejak sekarang dengan menghadirkan solusi atas persoalan warga.

 

Pesan itu disampaikan Otman dalam konsolidasi PKB yang digelar di Hotel Aby, Lumajang**. Menurut dia, konsolidasi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menjadi titik awal untuk memperkuat barisan, memperluas kerja politik, dan memastikan seluruh kader bergerak menghadapi Pemilu 2029.

 

“Ini konsolidasi harus nyata. PKB harus naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan yang menghasilkan, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata,” kata Otman.

 

Ia menilai kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan kader membangun hubungan langsung dengan masyarakat.

 

Karena itu, Otman meminta kader hadir secara konsisten di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, serta membantu menyelesaikan persoalan warga.

 

“Tidak ada kemenangan yang lahir secara instan. Setiap kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, menyelesaikan persoalan, dan menjaga komunikasi setiap hari,” ujarnya.

 

Jangan Hadir Lima Tahun Sekali

 

Otman mengingatkan kader agar tidak terjebak dalam pola politik yang hanya aktif ketika pemilu semakin dekat.

 

Menurut dia, masyarakat membutuhkan kader yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar datang membawa kepentingan politik saat masa kampanye.

 

“Jangan sampai kader hanya datang lima tahun sekali. Hadirlah di tengah rakyat. Ketika kader hadir secara konsisten, masyarakat akan menganggapnya sebagai saudara, bukan sekadar orang yang datang membawa kepentingan politik,” katanya.

 

Ia menilai kedekatan dengan masyarakat harus dibangun melalui proses panjang. Kepercayaan, menurut dia, tidak dapat diperoleh secara instan.

 

Pertarungan Gagasan Bergeser ke Ruang Digital

 

Selain kerja lapangan, Otman meminta kader PKB menguasai ruang digital. Menurut dia, media sosial kini menjadi salah satu arena utama pertarungan gagasan politik.

 

Namun, ia mengingatkan agar kader tidak memahami kerja digital hanya sebatas membuat konten.

 

“Pertarungan gagasan hari ini berlangsung melalui ruang digital. Setiap kader harus mampu menyampaikan informasi yang baik dan menjelaskan kerja nyata PKB. Kerja digital bukan sekadar membuat konten, tetapi membangun komunikasi,” ujarnya.

 

Karena itu, kader didorong menyampaikan berbagai kerja nyata partai secara informatif dan bertanggung jawab agar masyarakat mengetahui apa yang dilakukan PKB.

 

Kaderisasi Jadi Jantung Organisasi

 

Otman juga menempatkan kaderisasi sebagai salah satu agenda utama penguatan organisasi. Menurut dia, partai yang ingin bertahan dan berkembang harus memiliki sistem kaderisasi yang mampu melahirkan kader baru secara berkelanjutan.

 

“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Setiap kader harus menjadi ujung tombak organisasi yang mampu melahirkan kader-kader baru,” katanya.

 

Ia berharap proses kaderisasi tidak sekadar menghasilkan kader untuk memenuhi struktur organisasi, tetapi juga melahirkan kader yang memiliki kemampuan, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

 

PKB Harus Menjadi Rumah Besar

 

Dalam pidatonya, Otman juga menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun persaudaraan melalui sebuah kisah mengenai seseorang yang mengetuk pintu rumah untuk menyampaikan kebutuhan.

 

Kisah tersebut, menurut dia, menggambarkan bagaimana seseorang yang membutuhkan pertolongan harus mendapatkan tempat untuk menyampaikan persoalannya.

 

Pesan itu kemudian dikaitkan dengan posisi PKB sebagai organisasi politik yang harus mampu menjadi rumah bagi masyarakat.

 

“Persaudaraan harus dibangun. PKB harus menjadi rumah besar. Ketika masyarakat membutuhkan sesuatu, PKB harus hadir karena persaudaraan itu sudah terbangun,” ujar Otman.

 

Bagi dia, politik tidak semata-mata soal perebutan suara. Politik juga harus menghadirkan kepedulian, pelayanan, dan solusi bagi masyarakat.

 

Konsolidasi di Hotel Aby, Lumajang, itu pun menjadi bagian dari upaya PKB memperkuat barisan menjelang Pemilu 2029.

 

Otman mengajak seluruh kader merapikan organisasi, memperkuat komunikasi, dan memastikan tidak ada kader yang tertinggal.

 

“Kita rapikan barisan. Tidak ada yang tertinggal. Kita bangun kekuatan bersama untuk menjadikan PKB sebagai rumah besar masyarakat,” katanya.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin