Indramayu, kabarnusa24.com
Gangguan aliran air Perumdam Tirta Darma Ayu di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu ternyata turut dirasakan langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Pada Senin (10/8/2026), Lucky mendatangi fasilitas intake Perumdam Tirta Darma Ayu di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, untuk mengetahui secara langsung penyebab terhentinya aliran air sejak Minggu.
Di hadapan jajaran direksi Perumdam, Lucky bahkan mengaku tidak mandi karena air tidak mengalir di Pendopo Indramayu.
“Jujur hari ini saya nggak mandi, ya karena itu tadi nggak ada air,” ujar Lucky.
Lucky menegaskan, persoalan tersebut harus segera ditangani mengingat air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga memahami keluhan warga yang terdampak gangguan distribusi air.
Dengan nada bercanda, Lucky mengatakan jika saat kembali ke Pendopo air masih belum mengalir, bukan tidak mungkin dirinya kembali tidak mandi.
Namun, di balik candaan tersebut, Lucky menyoroti kondisi masyarakat yang lebih membutuhkan pasokan air, terutama warga yang harus bekerja di luar rumah dan membutuhkan air untuk membersihkan diri setelah beraktivitas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menjelaskan gangguan distribusi terjadi akibat debit Sungai Cimanuk yang mengalami penurunan cukup drastis.
Penurunan muka air tersebut terjadi di sejumlah titik intake, di antaranya Intake Bojongsari dan Intake Plumbon. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya persoalan pada Bendungan Karet Bangkir.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Perumdam akan memaksimalkan Intake Lobener. Di lokasi itu, aliran Sungai Cimanuk masih tersedia meskipun debitnya juga mengalami penyusutan.
Selain penurunan debit, persoalan sedimentasi sungai yang cukup parah turut menjadi kendala dalam pengambilan air baku.
Karena itu, Perumdam meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membantu pengerukan sedimentasi agar pengambilan air baku dapat dilakukan secara lebih optimal sebelum diolah menjadi air bersih.
Mendengar penjelasan tersebut, Lucky langsung meminta jajarannya mengerahkan alat berat untuk membantu proses pengerukan sedimentasi di sekitar Intake Lobener.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Perumdam menargetkan distribusi air dapat kembali normal secara bertahap paling lambat dalam dua hari ke depan.
Hingga saat ini, tim teknis Perumdam Tirta Darma Ayu masih terus berupaya mencari, memaksimalkan, dan mengolah sumber air yang tersedia agar pelayanan kepada pelanggan dapat segera kembali berjalan normal.







