Indramayu, kabarnusa24.com Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu ancaman serius selama musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong Polres Indramayu menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengantisipasi dan menangani potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres Indramayu, Selasa (11/8/2026).
Apel melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, Tagana, Pemerintah Kabupaten Indramayu, relawan, hingga organisasi masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Menurutnya, petugas tidak boleh hanya menunggu munculnya api, tetapi harus mengutamakan langkah antisipasi dan pencegahan.
Ada lima langkah utama yang menjadi perhatian dalam menghadapi potensi Karhutla, yakni:
Memetakan wilayah yang rawan kebakaran.
Memperkuat patroli gabungan.
Meningkatkan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
Mempercepat koordinasi lintas instansi.
Bergerak cepat dalam penanganan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Khusus kepada jajaran kepolisian, Prianggo meminta seluruh anggota turun secara masif melakukan langkah preemtif dan preventif. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
“Apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana Karhutla, lakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Kapolres Indramayu meminta seluruh petugas merespons dengan cepat setiap laporan kebakaran maupun munculnya titik panas (hotspot).
Menurutnya, kecepatan respons dan sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas serta membantu masyarakat yang terdampak.
Dengan kesiapsiagaan personel gabungan tersebut, upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Indramayu diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif selama musim kemarau.







