Indramayu, kabarnusa24.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Asep Yadi, mengatakan Kecamatan Krangkeng, khususnya Desa Tanjakan, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kekeringan. Sekitar 5.000 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat jaringan Perumdam yang belum menjangkau kawasan tersebut, ditambah banyaknya sumur warga yang mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD secara rutin menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Selain itu, sebagai langkah jangka panjang, BPBD mengusulkan pembangunan sembilan titik sumur bor pada tahun 2027 guna meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.
BPBD juga telah menyiapkan alat water treatment yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih sebagai langkah antisipasi apabila krisis air bersih meluas selama musim kemarau.
Asep Yadi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian sesuai kebutuhan. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang kering.
BPBD berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat meminimalkan dampak musim kemarau serta menjaga ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah terdampak.







