Indramayu, kabarnusa24.com Pemandangan Sungai Cimanuk Lama di kawasan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, kini memprihatinkan. Hampir seluruh permukaan sungai tertutup hamparan eceng gondok hingga airnya nyaris tidak terlihat.
Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Warga sekitar mengaku keberadaan eceng gondok yang menumpuk turut menimbulkan persoalan lingkungan, salah satunya meningkatnya jumlah nyamuk di sekitar permukiman.
Keberadaan tanaman air itu juga berdampak terhadap aktivitas warga di bantaran sungai. Sejumlah pedagang yang biasanya memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat berjualan dan menyediakan tempat duduk bagi pembeli kini harus berhadapan dengan pemandangan hamparan eceng gondok.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai melakukan penanganan. Alat berat dikerahkan untuk mengangkat eceng gondok sekaligus membersihkan saluran air.
Pembersihan dilakukan saat debit Sungai Cimanuk Lama sedang surut akibat musim kemarau. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kelancaran aliran sungai sebelum memasuki musim hujan, sehingga potensi terjadinya genangan maupun banjir dapat ditekan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim juga mendorong agar eceng gondok yang telah diangkat tidak hanya dibuang begitu saja. Tanaman tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai ekonomi.
Pemkab Indramayu pun mendorong kreativitas masyarakat untuk memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan kerajinan maupun produk bernilai jual, sehingga persoalan lingkungan tersebut sekaligus dapat menjadi peluang ekonomi bagi warga.







