Daerah

Sumardi Berikan Penjelasan, Harap Persoalan Dana Tidak Menimbulkan Kesalahpahaman

61
×

Sumardi Berikan Penjelasan, Harap Persoalan Dana Tidak Menimbulkan Kesalahpahaman

Sebarkan artikel ini
Sumardi Berikan Penjelasan, Harap Persoalan Dana Tidak Menimbulkan Kesalahpahaman

Karangmukti – kabarnusa24.com

Kepala Desa Karangmukti, Sumardi, memberikan klarifikasi terkait persoalan dana yang belakangan menjadi perhatian. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan pribadi antara Ajis, selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Karangmukti, dengan Carsim, selaku pihak yang pernah menjalankan tugas di Pemerintahan Desa Karangrahayu.
Sumardi menegaskan, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan pengelolaan maupun penggunaan anggaran Pemerintah Desa Karangmukti.

“Saya tegaskan, itu persoalan pribadi Saudara Ajis selaku Sekdes Karangmukti dengan Saudara Carsim selaku pihak Pemerintah Desa Karangrahayu. Dana tersebut juga sudah dikembalikan oleh Saudara Ajis dan persoalannya sudah diselesaikan,” tegas Sumardi, Rabu (19/8/2026).

Menurut Sumardi, dirinya maupun Pemerintah Desa Karangmukti tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan dana tersebut. Karena itu, ia meminta agar setiap informasi yang berkembang disampaikan berdasarkan fakta dan bukti yang jelas, bukan berdasarkan asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Selain persoalan dana, Sumardi juga meminta agar riwayat kendaraan pribadi milik Ajis turut diperjelas. Menurut keterangan yang disampaikannya, ketika Carsim masih menjalankan tugas sebagai Plh. Desa Karangrahayu, Ajis disebut pernah menggadaikan kendaraan pribadinya kepada Carsim.

“Yang perlu diperjelas adalah kronologi sebenarnya. Pada saat Carsim menjabat sebagai Plh. Desa Karangrahayu, Saudara Ajis selaku Sekdes Karangmukti disebut menggadaikan mobil kepada Saudara Carsim. Jadi, jangan sampai persoalannya dipahami terbalik.” ungkap Sumardi.

Ia menilai, klarifikasi mengenai riwayat kendaraan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh, terutama mengenai kronologi, status kendaraan, serta bagaimana proses penyelesaian antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Sumardi juga menegaskan bahwa keterangannya dalam persoalan tersebut tidak semata-mata disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Kepala Desa Karangmukti. Ia menyebut dirinya berupaya menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan pemerintahan desa maupun masyarakat.

“Saya ini bukan hanya melihat dari posisi sebagai kepala desa. Saya menganggap jajaran pemerintah desa dan masyarakat Karangmukti sebagai keluarga. Yang lebih muda saya anggap seperti adik, yang lebih tua seperti kakak, dan yang sudah sepuh saya hormati seperti orang tua.
Prinsip saya adalah menjaga pemerintahan dengan cara kekeluargaan.”
Sumardi pun mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan klarifikasi apabila masih terdapat informasi yang belum jelas. Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi prasangka maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau ada yang kurang jelas dan ingin mengetahui lebih detail, silakan berkomunikasi, bertanya, dan melakukan klarifikasi. Kita jauhkan prasangka yang tidak baik. Kita jaga hati kita, jangan kita kotori dan jangan kita nodai. Yang penting semuanya diselesaikan dengan komunikasi, keterbukaan, dan berdasarkan fakta.” pungkasnya.

(Red/AM)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin