Daerah
15
×

Sebarkan artikel ini
oplus_2

PKB Lumajang Pasang Target 15 Kursi di 2029, Anang: Jangan Mau Diadu dan Dipisahkan

 

LUMAJANG,kabarnusa24.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Ketua DPC PKB Lumajang, H. Anang Ahmad Syaifuddin, memasang target ambisius: mendongkrak perolehan kursi DPRD Kabupaten Lumajang menjadi 15 kursi.

 

Target tersebut disampaikan Anang di hadapan jajaran kader dalam kegiatan konsolidasi yang digelar di Hall Hotel Aby, Lumajang. Ia menilai target itu bukan sekadar angka, melainkan harus dijawab dengan penguatan struktur partai, kaderisasi, serta konsolidasi hingga tingkat desa.

 

Anang secara khusus menyoroti tiga kecamatan, yakni Yosowilangun, Tekung, dan Kunir. Ia meminta kader di tiga wilayah tersebut bekerja lebih serius untuk merebut sedikitnya tiga kursi DPRD.

 

“Yosowilangun, Tekung, dan Kunir, tiga kursi sanggup?” tanya Anang kepada para kader.

 

“Sanggup,” jawab peserta secara serentak.

 

“15 kursi sanggup?” kembali Anang bertanya.

 

“Sanggup,” jawab kader.

 

Menurut Anang, kekuatan PKB tidak cukup hanya mengandalkan popularitas tokoh. Struktur organisasi dan kualitas kader harus menjadi fondasi utama menghadapi pertarungan politik 2029.

 

Ia menyebut struktur PKB di sejumlah kecamatan sudah menunjukkan perkembangan positif. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kader mampu bekerja secara terkoordinasi dan menjaga hubungan dengan masyarakat.

 

“Beberapa kecamatan, seperti Yosowilangun, Tekung, dan Kunir, sudah memiliki struktur yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mencari dan menyiapkan kader-kader yang mampu bersinergi dengan kawan-kawan di lapangan,” ujar Anang.

 

Kaderisasi Jadi Senjata Politik

 

Anang mengatakan konsolidasi pascamusyawarah anak cabang (musancab) harus segera dilanjutkan dengan kaderisasi. Menurut dia, PKB Lumajang telah menyiapkan tempat kaderisasi

yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

 

Nantinya, kader dari masing-masing kecamatan akan diarahkan mengikuti proses kaderisasi secara lebih terstruktur.

 

“Kita punya tempat kaderisasi yang istimewa . Memang masih dalam proses pembangunan. Nanti kader dari setiap kecamatan akan kita kirim untuk mengikuti kaderisasi,” katanya.

 

Bagi Anang, kaderisasi bukan sekadar kegiatan internal partai. Kader harus dibekali pemahaman mengenai sejarah, ideologi, demokrasi, sekaligus kemampuan membaca persoalan masyarakat.

 

Belajar dari Pahitnya Perjalanan Demokrasi

 

Dalam pidatonya, Anang juga mengajak kader melihat perjalanan demokrasi Indonesia dari perspektif sejarah. Ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis akan bertahan tanpa dijaga.

 

Ia menyinggung lahirnya PKB yang tidak terpisahkan dari momentum reformasi 1998. Menurut dia, reformasi membawa perubahan besar dalam kehidupan politik Indonesia dan membuka ruang bagi lahirnya kekuatan-kekuatan politik baru.

 

“Partai ini dilahirkan oleh reformasi. Ada fondasi-fondasi yang diletakkan dalam pembangunan bangsa dan negara yang harus kita pahami dan teruskan,” ujarnya.

 

Anang juga mengingatkan kader mengenai bahaya perpecahan dalam organisasi politik. Ia menilai pengalaman panjang PKB menunjukkan bahwa konflik internal dan upaya memisahkan kelompok-kelompok di dalam partai pernah menjadi tantangan serius.

 

Karena itu, ia meminta kader tidak mudah terprovokasi maupun diadu satu sama lain.

 

“Ini yang harus kita perlihatkan, yaitu silaturahmi dan kekuatan organisasi. Jangan sampai kita mudah diadu dan dipisahkan,” kata Anang.

 

Soroti Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

 

Tidak hanya bicara politik, Anang juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat. Ia menilai kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok perlu mendapat perhatian karena harus diimbangi dengan kemampuan pendapatan masyarakat.

 

“Harga beras naik, kebutuhan pokok naik, kebutuhan primer dan sekunder juga meningkat. Kalau tidak seirama dengan pendapatan masyarakat, tentu akan menimbulkan persoalan,” ujarnya.

 

Menurut dia, partai politik tidak boleh hanya sibuk membicarakan perebutan kekuasaan. Kader juga harus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

 

Bagi Anang, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu modal utama PKB untuk memenangkan pertarungan politik mendatang.

 

15 Kursi, Bukan Sekadar Angka

 

Anang menegaskan target 15 kursi pada Pemilu 2029 harus dijadikan agenda bersama seluruh kader PKB Lumajang.

 

Ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila seluruh struktur partai bekerja secara konsisten, solid, dan tidak terjebak konflik internal.

 

“Walaupun kita tidak sempurna, saya yakin dengan kehadiran Bapak-Ibu sekalian, Pemilu 2029 kita mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi menjadi 15,” tegasnya.

 

Anang meminta kader tidak berhenti berkonsolidasi setelah kegiatan tersebut. Pertemuan dan kaderisasi harus terus dilakukan agar seluruh jajaran partai memiliki visi dan langkah politik yang sama.

 

“Kita akan bertemu lagi pada momentum selanjutnya, terutama dalam kegiatan kaderisasi. Kita perlu terus bertemu, berdiskusi, dan memperkuat organisasi,” katanya.

 

Pesan Anang jelas: target 15 kursi PKB Lumajang pada 2029 hanya bisa diwujudkan jika mesin partai bergerak dari tingkat kecamatan hingga desa, kader solid, dan tidak mudah dipecah oleh kepentingan politik.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin