KesehatanDaerahLingkungan

Kolaborasi dengan LSPR, Pemdes Sindangmulya Launching Program Bebas Stunting

5
×

Kolaborasi dengan LSPR, Pemdes Sindangmulya Launching Program Bebas Stunting

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi dengan LSPR, Pemdes Sindangmulya Launching Program Bebas Stunting

Kolaborasi dengan LSPR, Pemdes Sindangmulya Launching Program Bebas Stunting

Cibarusah – Bekasi || Kabarnusa24.Com

Pemerintah Desa Sindangmulya berkolaborasi dengan London School of Public Relations (LSPR) menggagas program ‘Desa Sindangmulya Bebas Stunting’ sekaligus merilis buku panduan yang berisi tentang edukasi dan informasi seputar stunting.

Kepala Desa Sindangmulya, R. Selpia Indriyani mengatakan, program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah desa dibantu oleh pihak LSPR untuk mengintervensi dan mencegah terjadinya stunting pada anak-anak di Desa Sindangmulya.

“Stunting adalah musuh kita semua dan setiap orang tua harus menjadi garda terdepan dalam mencegah dan mengatasi masalah stunting. Untuk itu kita menggagas program ini sebagai komitmen menurunkan angka stunting hingga zero accident,” ucap Selpia, Sabtu (03/06/23).

Dia menjelaskan, pentingnya pemahaman tentang stunting yang wajib dipahami orang tua maupun calon orang tua. Bahwa demi mencetak generasi penerus bangsa yang kuat, sehat, dan berkualitas, maka perlu perhatian yang serius terhadap pola asuh dan pola makan yang sehat dan berprotein tinggi agar anak terhindar dari penyakit stunting.

BACA JUGA:  Rio Septiandri Antar Atlet Karate Lampung Utara Raih Prestasi Nasional di Kejurnas PB FORKI & Piala Gubernur Riau III 2025 Pekanbaru, 19 Mei 2025 — Di bawah kepemimpinan Rio Septiandri, SH selaku Ketua FORKI Kabupaten Lampung Utara, pembinaan atlet karate mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satunya ditorehkan oleh Shoke, atlet muda dari Perguruan GOJU ASS Lampung Utara, yang sukses meraih medali perunggu dalam kategori kata perorangan junior putra pada ajang Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI & Piala Gubernur Riau III Tahun 2025, yang berlangsung di GOR Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, pada 16–18 Mei 2025. Ajang ini diikuti oleh 1.025 atlet dari 27 provinsi dan 24 perguruan anggota PB FORKI, menjadikannya salah satu kejuaraan karate terbesar dan paling kompetitif di Indonesia. Kejuaraan dibuka oleh Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, yang menekankan pentingnya Kejurnas sebagai ajang penjaringan atlet-atlet potensial menuju SEA Games dan Kejuaraan Asia Tenggara (SEAKF). Sebelum keberangkatan, para atlet Lampung Utara dilepas secara resmi oleh Rio Septiandri, SH. Dalam arahannya, Rio mengingatkan pentingnya menjaga semangat juang dan menjunjung tinggi sportivitas demi nama baik daerah. > “Prestasi ini bukan hanya milik Shoke, tapi milik seluruh masyarakat Lampung Utara. Ini menjadi bukti bahwa anak daerah kita punya daya saing tinggi di level nasional. Kami akan terus memperkuat pembinaan agar lebih banyak lagi atlet Lampung Utara yang mengharumkan nama daerah,” ujar Rio Septiandri, SH., dengan penuh semangat. Dalam pertandingan, Shoke menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan mengalahkan pesaing dari provinsi-provinsi kuat seperti NTB, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, hingga tuan rumah Riau, sebelum memastikan posisi ketiga nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata hasil pembinaan berkelanjutan oleh FORKI Lampung Utara di bawah kepemimpinan Rio Septiandri, SH. Tak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Shoke, keberhasilan ini juga membangkitkan semangat generasi muda karateka di Bumi Ragem Tunas Lampung. “Keberhasilan ini adalah awal dari langkah besar. Kami ingin Lampung Utara dikenal sebagai gudang atlet karate berbakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Rio. ---

“Kami juga merilis dan membagikan buku panduan agar anak terbebas dari stunting. Buku itu bisa menjadi pedoman bagi ibu dan calon ibu terhadap pola asuh dan asupan yang diperlukan khususnya pada 100 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Dosen dari London School of Public Relations, Andika Kurniawan Pontoh yang ikut mendampingi menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan pengabdian kepada masyarakat sekaligus pemenuhan mata kuliah Community Development.

Dalam launching program tersebut, pihaknya juga melakukan talk show dengan tema “Cegah Stunting dengan Pola Asuh dan Asupan Nutrisi yang Baik” dengan menghadirkan narasumber dr. Wellyam Surya dan dr. Bram Permadi Tanto.

“Ini adalah mata kuliah baru dari pemerintah sesuai Dikti dimana kita harus mengabdi di desa sekitar wilayah kampus kita, semoga ini berkelanjutan tentunya menjadi salah satu desa yang bebas stunting. Kita mendukung Pemerintah Kabupaten Bekasi tentang pencegahan atau penurunan stunting ini,” kata Andika.

Desa Sindangmulya merupakan salah satu dari 23 desa yang menjadi lokus Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam penanganan penurunan kasus stunting. Hal ini yang melatarbelakangi pemilihan topik yang diangkat untuk melakukan intervensi melalui program tersebut.

“Kita juga memberikan buku saku sebagai panduan yang diberikan kepada 100 warga Desa Sindangmulya. Selain berisi tentang informasi seputar stunting, kita juga memberikan resep makanan sehat dan murah yang dapat diimplementasikan oleh para ibu dalam mencegah terjadinya stunting,” kata dia.

Pihaknya berharap, program tersebut dapat menjadi pilot projects terhadap desa-desa lainnya yang masih fokus menghadapi masalah stunting.

 

 

Pers Rilis News room Diskominfosantik kabupaten Bekasi.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin